Sabtu, 2 Juli 22

Cafe Lupba, Gerai dengan Konsep Merek Kolektif/One Brand

Cafe Lupba, Gerai dengan Konsep Merek Kolektif/One Brand
* Cafe Lupba yang berada di BTC Fashion Mall Pasteur, Bandung, Jawa Barat. (Foto:  Dewi Tenty)

Oleh: Dr. Dewi Tenty Septi Artiany, S.H.,M.H.,M.KN, Pemerhati Koperasi dan UMKM

 

Tanggal 11 April 2022 bertepatan dengan setahun berdirinya Cafe Lupba yang berada di BTC Fashion Mall Pasteur, Bandung, Jawa Barat, suatu kafe yang mengusung merek kolektif lahir di masa pandemi dengan konsep anti mainstream,m yaitu hanya menyediakan produk-produk usaha mikro, kecil,  dan menengah (UMKM) yang jadi anggota dari UMKM Alumni – Perkumpulan Bumi Alumni. Di sana tidak menyediakan produk-produk pabrikan, hal ini sejalan dengan misi Cafe Lupba, yaitu menjadi tempat untuk meningkatkan produktivitas dengan prinsip silih asah asih dan asuh antar sesama anggota untuk menuju UMKM naik kelas.

 

Baca juga:

FOTO Launching Cabang Kedua Café Lupba di BTC

Keripik Pisang Lupba Siap Bersaing di Kancah Internasional

Era Disrupsi, Anggota PBA Diminta Saling Endorse Produknya

 

 

Satu tahun adalah waktu yang sebentar untuk membangun suatu konsep apalagi konsep merek kolektif yang masih banyak belum dikenal di Indonesia. Merek kolektif yang diterapkan di dalam Cafe Lupba adalah konsep yang murni sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek Dan Indikasi Geografis, yaitu “merek yang digunakan pada barang dan jasa dengan karakteristik yang sama mengenai sifat, ciri umum dan mutu barang atau jasa, serta pengawasannya yang akan diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang atau jasa sejeneis lainnya.” Bukan sekadar membuat satu label untuk dipakai oleh berbagai macam produk (white label)

Perlahan, namum pasti di ulang tahunnya yang pertama sudah lebih dari 20 produk UMKM yang tergabung dalam merek kolektif lupba one brand. Dan terdapat lebih dari 300 macam produk anggota yang ada pada gerainya. Di iacara ulang tahun yang pertamanya diperingati dengan kegiatan-kegiatan sosial, seperti berbagi hidangan berbuka puasa kepada sesama di jalanan, buka bersama dengan yatim dan dhuafa dari Yasyasan Baitul Quran Assyifa, serta berbagi paket sembako kapada masyarakat sekitar di Kecamatan Cicendo serta mitra kerja office boy, security, petugas parkir BTC Fashion Mall Pasteur.

Selain itu akan diadakan pelatihan-pelatihan keterampilan untuk para anggota oleh anggota, misalnya Mini Class Decoupage On Pandan bersama Teh Dewi Pamoedji, belajar merajut tas sederhana bersama T Ondang Mamata Craft, pelatihan bebikinan wire gross imut rama-rama bersama Teh Ratih, pemanfaatan barang-barang bekas di rumah bersama Teh Tuti dari Roemah Tafira, teknik macrame feather wall hanging bersama Teh Diani dan make up pesta dan cara pemasangan bulu mata dan alis yang cocok sesuai dengan bentuk wajah bersama Teh Tinong dari Tinong Kebaya.

 

Rangkaian kegiatan ini sesuai dengan motto dari Perkumpulan Bumi Alumni yang selalu diutarakan oleh ketua umumnya, Dr. Ary Zulfikar, yaitu kita kerja bersama-sama bukan sama-sama kerja dan diterapkannya prinsip silih asah asih dan asuh, serta untuk menerapkan prinsip saling mempromosikan potensi anggota agar kita mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan anggota melalui one brand dapat terwujudkan.

 

Cafe Lupba sendiri dalam kurun waktu dua tahun sudah memiliki tiga gerai yang berada di Mall BTC Pasteur, Green Forest-Sersan Badjuri dan Kadin Kota Bandung.

 

Semoga dengan terbentuknya HUT pertama Cafe Lupba BTC dapat lebih konsisten dalam mengembangkan konsep-konsep yang mengusung kebersamaan agar dapat menjadi pilot project bagi one brand/merek kolektif di Indonesia.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.