Minggu, 26 Juni 22

Keripik Pisang Lupba Siap Bersaing di Kancah Internasional

Keripik Pisang Lupba Siap Bersaing di Kancah Internasional
* Acara Fun Bike sekaligus Grand Opening Lupba Cafe 2 di BTC Fashion Mall, Jl Dr. Djunjunan 143-149 Pateur, Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/4/2021). (Foto: Ali/OMG)

Bandung, obsessionnews.com – Eksistensi usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) Perkumpulan Bumi Alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) semakin hari semakin mantap saja. Betapa tidak, di tengah hantaman badai pandemi Covid-19 perkumpulan UMKM tersebut terus eksis dengan menggelar acara Fun Bike sekaligus Grand Opening Lupba Cafe 2 di BTC Fashion Mall, Jl Dr. Djunjunan 143-149 Pateur, Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/4/2021).

Dalam kesempatan itu, salah satu Inisiator Perkumpulan Bumi Alumni Unpad Dewi Tenty Septi Artiany mengaku bersyukur Perkumpulan Bumi Alumni Unpad ini masih tetap eksis di tengah pandemi Covid-19.

”Di tengah pandemi kita masih tetap berdiri,” ujar perempuan yang akrab disapa Teh Dete ini dalam sambutannya di acara tersebut.

Salah satu penyebab perkumpulan ini masih tetap berdiri di tengah pandemi Covid-19 dikarenakan perkumpulan Bumi Alumni ini merupakan perkumpulan pertama yang mempunyai merek kolektif secara betul.

“Di Indonesia banyak merek kolektif yang memutus mata rantai pemasok dengan penjual, kalau kita nggak. Produsen bawangnya ada, produsen kopinya ada, semua ada, tidak pernah memutus mata rantai, mereka terdaftar, sama-sama terdatar, itu yang disebut merek kolektif yang sebetulnya. Jadi inilah laboratorium merek kolektif di Indonesia. Kita sebagai pencetus,” jelas Teh Dete.

Salah satu produk yang dijajaki adalah makanan olahan berbahan pisang kepok dari Cianjur. Bukan hanya buah pisangnya saja yang dibuat keripik, tapi juga batang pisang bisa diolah menjadi keripik, sementara kulit pisangnya digunakan untuk pupuk organik cair. Menurut dia, produk kripik pisang Lupba bisa bersaing dengan pruduk-produk dari negara tetangga, seperti Thailand. Bahkan bisa bersaing di kancah internasional.

“Kita berbicara mengenai produk Lupba, salah satunya pisang. Kenapa pisang? Karena kita selalu kalah apabila kita mau ekspor jenis buah. Mau kita ekspor apa? Mangga, Jambu, Durian kalah sama Thailand. Kenapa? Karena mereka punya konsistensi. Kalau kita tidak konsisten,” ungkap Dete.

Untuk itu, dia memilih produk pisang , karena produk ini dapat bersaing dengan negara tetangga itu. Menurut dia, buah yang banyak musimnya di Indonesia adalah pisang. Namun dari pisang tersebut dikreasi lebih menarik lagi, dengan cara membuat keripik pisang dengan kualitasnya yang terbaik. Lalu produk keripik tersebut dipadukan dengan Wine buatan Indonesia juga.

“Kemarin ada acara para diplomad yang sudah memilih Wine-nya, di padukan dengan keripik Lupba,” ucapnya.

Tak hanya itu, perkumpulan UMKM Alumni Unpad ini tidak mensia-siakan limbah dari pisang itu sendiri. Ternyata limbah tersebut masih bisa dibuat menjadi makanan yang enak dan lezat.

“Setelah itu kita berfikir lagi. Jangan ada limbah, ayo kulit pisang kita jadikan pupuk, kemudian kedebong pisangnya kita bikin keripik kedebong pisang,” ujarnya.

“Kemudian kemarin teh Endang ada lagi ngasih ke saya, ini cobain, keripik dari kulit pisang. Kita terus berkreasi. Nah karena kita punya program Zero Waste, makanya kita dihargai,” tambah Teh Dete.

Dengan begitu, dia berharap perkumpulan UMKM Alumni Unpad ini menjadi UMKM yang dapat berdiri sendiri secara mandiri.

“Semoga ini menjadi cikal bakal dari bergeraknya UMKM menuju kemandirian secara finansial di Indonesia,” pungkasnya.  (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.