Jumat, 7 Agustus 20

Buntut Bentrokan Batam, Pangdam dan Dandim Dicopot

Buntut Bentrokan Batam, Pangdam dan Dandim Dicopot

Bogor – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku sudah ada pihak dari TNI yang dicopot pasca bentrokan di Batam baru-baru ini. Pencopotan itu berdasarkan rekomendasi dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo.

Pihak yang dimaksud yakni Pangdam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal Winston Simanjuntak dan Dandim 0316/Batam Dandim 0316 Batam Letkol Inf Josep Tarada Sidabutar. Langkah tegas itu diambil kata Ryamizard sudah sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

“Perintah presiden memang harus dipecat, jangan ditolerir. Arahan dari presiden,” ujar Ryamizard di Istana Presiden, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/11/2014).

Ryamizard sadar bentrok seperti itu harus dicegah. Sebab dampaknya adalah nama baik bangsa Indonesia. Agar kasus serupa tidak terulang, maka dia berjanji sanksi tegas juga menanti bagi prajurit yang terlibat di lapangan.

“Ya nanti dipecat, tapi laporan dari Kasad sudah ada, itu segera,” kata dia.

Menurut Ryamizard, pencopotan itu risiko dari jabatan. Ryamizard memberi saran agar proses pemecatan tidak menimbulkan kemarahan dari prajurit yang lain.

“Waktu saya pecat 20 orang di Medan, enggak ada (protes). Sampai sekarang tidak ada yang tidak puas dia mengerti. Kita berikan pengertian. Prajurit, saya pemimpin kamu, pemimpin harus cinta dan sayang pada anak buah,” jelas Ryamizard.

Bentrok antara TNI dan Polri di Mako Brimob Kepulauan Riau beberapa waktu lalu hingga menewaskan seorang personel TNI. Pada malam setelah terjadi bentrok, kata Ryamizard dia sudah memerintahkan Kasad untuk mengambil langkah supaya bentrok susulan tidak terjadi.

“Pada malam itu panggil artis ibukota dan langsung joget bersama. Nanti malam juga joget bersama TNI dan Polri,” jelas Mantan KSAD. (Has)

 

Related posts