Sabtu, 2 Juli 22

Bungkusan “Nasi Anjing” Bantuan Corona Bikin Warga Jakarta Utara Resah

Bungkusan “Nasi Anjing” Bantuan Corona Bikin Warga Jakarta Utara Resah
* Bungkusan nasi anjing/Net. (Foto: RMOL)

Jakarta, Obsessionnews.com — Warga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara dihebohkan dengam pembagian nasi anjing yang dilakukan oleh sekelompok orang. Padahal warga yang bermukim di daerah tersebut mayoritas beragama muslim.

Pembagian nasi bungkus haram tersebut dilakukan oleh komunitas ibadah kristiani bernama ARK Qahal yang berpusat di Jakarta Barat. Tentunya kejadian ini membuat warga sekitar resah.

Para warga yang menerima nasi bungkus berlebel kepala anjing itu di sekitar Masjid Babah Alun-alun Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Warga merasa dilecehkan dan khawatir bahwa lauk yang diberikan adalah daging anjing.

Dikutip dari berbagai sumber, Senin (27/4/2020),  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan awalnya polisi telah menerima laporan dari warga yang telah menerima nasi bungkus berlogo kepala anjing.

“Kami sudah meminta pembagi nasi bungkus untuk membuat video klarifikasi,” kata Yusri.

Saat itu ada warga yang melapor mendapatkan bantuan berupa nasi anjing dari seorang donatur di tengah wabah virus corona.

Maka dari itu Tim Tiger dan Piket Reskrim Polres Metro Jakarta Utara langsung mendatangi tempat tersebut dan mengumpulkan beberapa keterangan saksi.

Mereka juga sempat mengamankan beberapa orang ke Polres Metro Jakarta Utara untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih mendalam secara komprehensif.

“Kami sudah meminta klarifikasi pimpinan komunitas yang memberi nasi bungkus berlogo anjing tersebut,” ungkap Yusri.

Pihaknya juga telah mengirim sample nasi bungkus itu ke pihak laboratoris untuk mengecek daging yang terkandung dalam nasi bungkus tersebut.

Aparat kepolisian juga mempertemukan warga yang resah dengan pihak pemberi nasi anjing dengan disaksikan toga/Toma setempat termasuk unsur TNI.

“Kami juga sudah meminta pihak pemberi makanan untuk mengganti istilah nasi anjing dengan istilah lain, sehingga tidak menimbulkan persepsi lain,” ujar Yusri. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.