Kamis, 27 Juni 19

BNI Tokyo Berbagi Informasi Kewirausahaan

BNI Tokyo Berbagi Informasi Kewirausahaan
* Seminar kewirausahaan BNI Tokyo di Shiga, Tokyo, Jepang, Minggu (17/3/2019). (Foto: dok. BNI)

Tokyo – Umar Hamdan dan Asriyadi Cahyadi merupakan saksi hidup yang masih mengingat perjuangan selama menjadi pemagang asal Indonesia di Jepang, yang kini  telah sukses menjadi pengusaha. Sejarah perjuangan hidup mereka inilah yang ditularkan kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) di negeri Sakura itu. Momentum berbagi yang dilaksanakan dalam program Kami Bersama BNI ini, yang merupakan sebuah program pendidikan kewirausahaan bagi para PMI, baik yang masih aktif bekerja di luar negeri maupun yang sudah pensiun dan kembali ke Indonesia.

Seminar  kewirausahaan ini bertujuan untuk memberikan bekal kemandirian bagi para peserta agar dapat mengelola keuangannya, dan menciptakan lapangan usaha selepasnya kembali ke Indonesia. (Foto: dok. BNI)

Dikutip obsessionnews.com dari situs BNI disebutkan seminar sehari yang dilaksanakan di wilayah Shiga, Tokyo, Jepang, Minggu (17/3/2019) ini dibuka oleh General Manager (GM) BNI Tokyo Ario Bimo. Selain Umar Hamdan dan Asriyadi Cahyadi sebagai pembicara, terdapat 100 PMI yang tinggal di Shiga dan sekitarnya yang diundang pada sesi berbagi tersebut.

 

Baca juga:

Mudah Ajukan BNI Griya Melalui Online

Bank BNI Kucurkan Kredit Rp 487,04 Triliun

Setelah Catat Laba Positif, BNI Ciptakan Yap!

 

Seminar  kewirausahaan ini bertujuan untuk memberikan bekal kemandirian bagi para peserta agar dapat mengelola keuangannya, dan menciptakan lapangan usaha selepasnya kembali ke Indonesia.

Umar meraih kesuksesan di bidang bisnis di Indonesia setelah menyelesaikan masa kerjanya di Jepang. Saat ini dia menjadi President Direktur PT Denki Engineering dan Komisaris PT Techno Ryowa Engineering (Subsidary Techno Ryowa Ltd Japan).

Berawal dari bekerja magang di Jepang, Umar melihat peluang untuk mengembangkan usaha sejenis di Indonesia.  Bermodalkan pengalaman selama bekerja magang dan kemampuannya berbahasa Jepang, dia merintis usahanya hingga akhirnya dipercayai untuk mengerjakan sistem kelistrikan pada proyek Mass Rapid Transit  (MRT) di Jakarta.

Sementara itu Asriyadi Cahyadi adalah Ketua IKAPEKSI Osaka dan pemilik perusahaan Miyako Setsubi Kogyou. Ia sukses membangun bisnis pembentukan dan pengelasan PVC di Osaka.

Berawal dari bekerja magang di Jepang, Asriyadi melihat peluang untuk mengembangkan usaha. Bermodalkan pengalaman selama bekerja magang dan kemampuannya berbahasa Jepang, Asriyadi merintis usahanya hingga akhirnya dipercayai untuk mengerjakan produk sistem penyedotan udara kotor bagi pabrik pembuatan sayap pesawat.

Peluang KUR TKI

Para PMI peserta seminar juga mendapatkan tambahan informasi  mengenai kewirausahaan dan pengelolaan usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk yang juga disediakan BNI.  Melalui penjelasan ini PMI mendapatkan wawasan lebih luas terkait sikap seorang wirausahawan, serta bagaimana mengelola usaha sesuai dengan bidang wirausaha yang diminati.

Hingga Februari 2019 BNI telah menyalurkan KUR pada lebih dari 15 ribu PMI yang terakumulasi sejak 2015, dengan nilai KUR yang tersalurkan sebanyak Rp 284,29 miliar. KUR bagi para PMI ini tersalurkan ke empat negara, yaitu Hong Kong, Jepang, Taiwan, dan Singapura.

GM BNI Tokyo Ario Bimo mengatakan, Program Kami Bersama BNI bertujuan menjangkau tenaga kerja atau warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini bermukim di luar negeri, khususnya negara-negara di mana kantor cabang BNI beroperasi. Jumlah WNI di Jepang kurang lebih 45.000 orang dan sebagian besar dari mereka akan kembali ke Indonesia.

“Sebagai bank pemerintah Indonesia yang saat ini beroperasi di Jepang, BNI Tokyo aktif berbagi informasi seputar kewirausahaan kepada para pekerja Indonesia di Jepang. Ini dimaksudkan agar sekembalinya ke tanah air mereka mampu menciptakan lapangan kerja dan turut berkontribusi bagi meningkatnya perekonomian Indonesia,” ujar Ario.

Tentang BNI Tokyo

BNI Tokyo mulai beroperasi sebagai Representative Office pada 1 Desember 1959 dan pada 1969 status kantor perwakilan Tokyo ditingkatkan menjadi Kantor Cabang. Dengan berubahnya status menjadi Kantor Cabang, BNI Tokyo dapat memberikan layanan jasa dan produk perbankan.

Keberadaan BNI Tokyo bertujuan untuk mendukung perkembangan hubungan ekonomi antara Jepang dan Indonesia dengan skim Government to Government (G to G). Namun saat ini BNI Tokyo menjalankan operasi sebagaimana lazimnya bank komersial lainnya. BNI Tokyo berperan sebagai salah satu jaringan Internasional BNI dalam memberikan layanan menyeluruh kepada nasabah. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.