Kamis, 30 Juni 22

Bank BNI Kucurkan Kredit Rp 487,04 Triliun

Bank BNI Kucurkan Kredit Rp 487,04 Triliun
* Kartu Bank BNI. (Foto Twitter @BNI)

Jakarta, Obsessionnews.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)  menyalurkan kredit dari Rp 421,41 triliun pada kuartal III tahun 2017 menjadi Rp 487,04 triliun pada kuartal III 2018. Capaian ini naik sebesar Rp 65,64 triliun atau 15,6 persen secara tahunan (yoy).

Direktur Keuangan Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, pertumbuhan tersebut diperoleh dari kredit pada bisnis korporasi yang meningkat 18,5 persen (yoy). Kontribusi terbesar berasal dari sektor industri manufaktur, perdagangan, restoran dan hotel, serta konstruksi.

“Pada bisnis konsumer, payroll loan masih menjadi penggerak utama dalam menumbuhkan kredit konsumer,” ujar Anggoro ketika menyampaikan paparan kinerja kuartal III tahun 2018, Kamis (18/10/2018).

Anggoro menjelaskan, terdapat pertumbuhan payroll loan sebesar Rp 43,7 persen (yoy). Selain itu, kartu kredit dan KPR mencatatkan pertumbuhan masing-masing 8,1 persen dan 9,1 persen.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) juga tercatat tumbuh sebesar 14,2 persen yaitu dari Rp 480,53 triliun pada kuartal III tahun 2017 menjadi Rp 548,59 triliun pada kuartal III tahun 2017.

Di sisi lain, kata dia, biaya dana (cost of fund) juga berhasil ditekan dari 3 persen menjadi 2,8 persen.

“Hal ini karena BNI mampu menjaga rasio CASA yang meningkat ke level 61,9 persen pada kuartal III tahun 2018 dari yang sebelumnya 60,4 persen pada kuartal III tahun 2017,” ujar Anggoro.

Sementara jumlah tabungan tumbuh sebesar 12,7 persen (yoy) dibandingkan kuartal III tahun 2017. Namun, deposito tumbuh melambat, yaiu sebesar 9,8 persen (yoy) pada kuartal III tahun 2018 dibanding kuartal III tahun 2017.

Adapun kredit rasio kredit macet (NPL) tercatat membaik menjadi 2 persen pada akhir September 2018, sementara pada periode sebelumnya sebesar 2,8 persen.

“Perbaikan NPL tersebut berasal dari membaiknya kolektibilitas, penyelesaian kredit, dan penurunan pokok kredit bermasalah disertai dengan pengelolaan kualitas aset yang terus membaik, salah satunya dengan cara melakukan ekspansi yang selektif dan prudent dengan manajemen risiko kredit yang terukur,” ujar dia.

Adapun jumlah aset BNI tercatat mencapai Rp 763,52 triliun atau tumbuh 14,3 persen (yoy) atau lebih tinggi dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 668,21 triliun. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.