Selasa, 27 September 22

Berusia 15 Tahun, Raja Dinobatkan sebagai Mahasiswa Termuda UGM

Berusia 15 Tahun, Raja Dinobatkan sebagai Mahasiswa Termuda UGM
* Mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) Raja Muhammad Hayuri Islami dinobatkan sebagai mahasiswa termuda UGM. (Foto: Humas UGM)

Obsessionnews.com – Mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) Raja Muhammad Hayuri Islami mendapat kejutan! Raja, panggilan akrabnya, tak menyangka jika ia akan dipanggil ke depan panggung bersama Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K), Ph.D., dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru di lapangan Grha Sabha Pramana, Senin (1/8/2022). Remaja asal Pekanbaru, Provinsi Riau, ini dinobatkan sebagai mahasiswa termuda UGM pada tahun ini. Ia berhasil masuk menjadi mahasiswa UGM pada usia 15 tahun 11 bulan 11 hari.

 

Baca juga:

Diikuti 28 Negara, Rifkanisa Nur Faiza Harumkan Nama UGM di Kompetisi Mahasiswa Kedokteran Asia

Selamat! UGM Gondol Juara Umum 3 Kontes Robot Indonesia 2022

Para Penyandang Disabilitas Miliki Semangat Besar Ikuti Seleksi CBT UM UGM

 

 

“Saya bangga dan senang bisa masuk UGM,” kata anak sulung dari dua bersaudara ini seperti dikutip dari keterangan tertulis Humas UGM, Senin.

Raja menerangkan, usia muda kuliah di UGM menurutnya karena ia didaftarkan masuk bangku sekolah dasar pada usia 5 tahun. Meski terbilang paling muda sendiri, namun ia mengaku teman-temannya sebayanya banyak tidak tahu ia paling muda di kelasnya. Apalagi fisiknya hampir sama dengan teman sekelasnya.

“Sejak SD tidak terlalu terganggu, tidak ada yang peduli dengan usia saya yang muda, tidak ada yang terlalu memperhatikan,” tuturnya.

Meski terbilang usia muda, namun Raja selalu berprestasi. Ia mengatakan, selama duduk di bangku SD dia selalu berada di rangking tiga besar.

“Dari SD saya selalu berada di tiga besar,” tegasnya.

Hanya saja di bangku SMP, lanjutnya, ia tidak masuk rangking.

“Di SMP mungkin lagi masa pubertas, biasa saja tidak rangking,” ujarnya.

Lalu di bangku menengah atas, Raja ikut mendaftar program akselerasi pada semester dua dan ia diterima program akselerasi di kelas IPS. Di kelas IPS hanya ada tujuh orang anak yang lolos program akselerasi. Lewat kelas akselerasi ini pula Raja bisa menyelesaikan bangku MAN Negeri 2 Pekanbaru dalam waktu dua tahun.

‘Karena program akselerasi, kita diharuskan untuk belajar dan memahami lebih cepat dari siswa yang lain. Saya di program itu tidak ikut ekstrakurikuler atau organisasi, “ terangnya.

Selama di program akselerasi, ia tidak memikirkan soal rangking, namun untuk pelajaran seperti sosiologi, ekonomi, sejarah dan geografi ia mendapat nilai akademik yang cukup baik.

“Untuk mata pelajaran paling tinggi nilai sosiologi,” ujarnya.

Soal ketertarikannya dengan filsafat, Raja mengaku ia sudah tertarik dengan filsafat saat berada di kelas sepuluh SMA lewat buku dan internet.

“Saya mengenal filsafat itu ketika saya di kelas sepuluh. Saya sejak kecil sering menggunakan logika filsafat berarti selama ini saya menerapkan nilai-nilai filsafat,” tutur Raja yang bercita-cita setelah lulus akan meneruskan kuliah S2 di jurusan yang sama. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.