Senin, 20 September 21

Bandung Tampilkan Benjang, Reog dan Calung

Bandung Tampilkan Benjang, Reog dan Calung
* Taufik Camat Ujungberung

Bandung, Obsessionnews – Benjang, Calung, Reog dan budaya Sunda lainnya akan rutin ditampilkan di Taman Alun-Alun Ujungberung Bandung Timur. “Untuk prosedurnya, harus ada ijin dari camat setempat, kepolisian, dan rekomendasi dari Disbudpar,” kata Camat Ujungberung Bandung Taufik, Kamis (2/7).

Setelah 17 Juni lalu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meresmikan taman Ujung Berung yang memilik desain unik berunsur kesenian dan kebudayaan tradisional dan memiliki amphiteater di sebelah timur taman tersebut, setiap harinya warga masyarakat berbondong-bondong datang ke Taman Alun-alun Ujung Berung.

“Kini di wilayah Bandung Timur, di atas luas 4200 meter persegi di bangun ruang publik, ada tempat permainan anak-anak, tempat hiburan, dan semua kegiatan masyarakat ada di taman alun-alun Ujung Berung,” katanya.

Taufik mengatakan saat ini ribuan orang datang setiap harinya memadati alun-alun yang menjadi kebanggaan masyarakat Bandung Timur ini, masyarakat menginginkan ruang publik yang bagus dan representatif seni budaya dan hiburan saat ini telah terwujud.

Disamping taman Ujung Berung terdapat Mesjid Agung Ujung Berung, kegiatan-kegiatan keagaman pun dapat digelar di tempat tersebut, seperti shalat Ied. Lebih lanjut Taufik mengatakan kendala kendala yang muncul adalah terjadi kemacetan di jam jam tertentu, akan tetapi cenderung bisa diatasi.

“Kendala yang timbul adalah kemacetan dan kebersihan, untuk kemacetan bisa diatasi, kami telah menyediakan lahan lahan untuk parkir,” Ujar Taufik. Selain itu, untuk pedagang kaki lima (PKL) telah ada ditempatkan di basement yang bisa menampung sekitar 120 pedagang.

Taufik mengakui kebersihan di Alun-alun Ujung Berung, seharusnya dinas terkait yangmengelola kebersihan, akan tetapi karena masih berada di wilayah kecamatan Ujung Berung maka pihaknya bekerjsama dengan organisasi kepemudaan, Karang Taruna, serta Linmas yang setiap harinya bergantian piket menjaga kebersihan, termasuk setiap Selasa dan Jumat mengadakan Gerakan Pungut Sampah (GPS). (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.