Minggu, 31 Mei 20

Bali Siapkan Strategi Minimalisir Penurunan Wisman Akibat Wabah Virus Corona

Bali Siapkan Strategi Minimalisir Penurunan Wisman Akibat Wabah Virus Corona
* Acara seminar kebijakan Pemerintah dalam menghadapi virus Corona di Bali. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com – Penyebaran Virus Corona yang terjadi diberbagai negara mengakibatkan terganggunya mata rantai perekonomian di tempat-tempat pariwisata, tak terkecuali Bali yang terkena dampak tersebut.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan, kunjungan wisata mancanegara (wisman) yang didominasi oleh wisatawan asal Tiongkok dan Australia praktis mengalami penurunan yang signifikan bagi penurunan jumlah sumbangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Daerah Bali yang mencapai 70 persen.

Namun dampaknya berbeda-beda di setiap daerah di Bali. Di Ubud dan Sanur misalnya, dampak penurunannya sekitar 3-5 persen dan 9-10 persen. Dia mengaku dampak yang paling besar terjadi di Kuta.

“Hal ini menyebabkan lesunya aktivitas pariwisata di sejumlah kawasan sehingga beberapa restoran dan hotel mengambil langkah meliburkan pegawainya,” kata Tjokorda dalam keterangan tertulis Kemenparekraf yang diterima obsessionnews.com, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Indonesia Kenalkan ‘Bali Baru’ ke Wisman India Melalui Fam Trip

Meski begitu, Bali telah menyiapkan strategi untuk meminimalisir angka penurunan wisatawan seperti memaksimalkan pasar wisatawan mancanegara dari negara yang tidak terdampak serta memaksimalkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara.

“Strategi yang telah disiapkan antara lain, meminta kepada pemerintah dan maskapai untuk menambah rute penerbangan alternatif seperti dari Vietnam dan India,” pintanya.

Langkah lain yang dapat ditempuh, yakni upaya penurunan harga tiket pesawat penerbangan domestik serta dilaksanakannya berbagai upaya pencegahan masuknya Virus Corona dengan melakukan pemasangan Thermo Scanner dan mensiapsiagakan rujukan ke tiga rumah sakit yakni RS Sanglah, RS Sanjiwani Gianyar dan RS Tabanan.

Tjokorda menegaskan, pariwisata Bali telah beberapa kali menghadapi hal serupa dan terbukti dapat mengembalikan kondisi krisis menjadi seperti kondisi semula. Maka diharapkan ancaman Virus Corona hanya terjadi beberapa saat sehingga laju pariwisata setempat tidak lagi lesu.

“Kami harapkan pelaku (wisatawan) bersabar menghadapi situasi ini,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.