Selasa, 26 Mei 20

Kemenparekraf Gelar Simulasi Pelayanan Saat Bandara Ngurah Rai Ditutup

Kemenparekraf Gelar Simulasi Pelayanan Saat Bandara Ngurah Rai Ditutup
* Simulasi tata cara dan prosedur pelayanan wisatawan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali saat ditutup. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Bali dan Bali Tourism Hospitality (BTH) menggelar simulasi tata cara dan prosedur pelayanan wisatawan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali pada Jumat (8/11/2019). Hal itu dilakukan sebagai rencana kontingensi saat Bandara Ngurah Rai terpaksa ditutup.

Dari keterangan tertulis Kemenparekraf yang diterima obsessionnews.com, Senin (11/11), Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Multikultural Guntur Sakti menyebutkan, kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dan sebagai implementasi dari pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan wisatawan pada saat bandara ditutup dan rapat prasimulasi yang digelar sebelumnya sebagai pengarahan lengkap pelaksanaan Prosedur Tetap (Protap) saat pelayanan bandara ditutup.

“Oleh karena itu, pelayanan dan penanganan masyarakat dan lainnya yang tidak terkait dengan pelayanan wisatawan saat bandara ditutup tidak dibahas dalam SOP maupun simulasinya,” ujar Guntur.

Plt Kepala Biro Komunikasi Publik ini juga menjelaskan, SOP disusun berdasarkan evaluasi dari pengalaman sebelumnya ketika Bandara Ngurah Rai terpaksa ditutup. Simulasi kali ini difokuskan kepada pelayanan transportasi dan akomodasi.

“Dibuka meja pelayanan untuk melayani akomodasi, transportasi, konsumsi, dan layanan informasi terkait akomodasi dan transportasi,” katanya.

Proses simulasi sendiri menggunakan dua bus dengan masing-masing bus diisi 15 mahasiswa Poltekpar Bali yang bertindak selaku wisatawan. Seluruh petugas yang bertindak sebagai pelayanan di meja pelayanan, usher, koordinator, dan lainnya sesuai tugas dan fungsinya merupakan orang yang nantinya bertugas di tempat dan posisi yang sama saat Bandara Ngurah Rai benar-benar terpaksa harus ditutup.

Wisatawan yang mendapat penggantian hotel gratis di sekitar bandara untuk satu malam ialah untuk mereka yang menginap di wilayah Karang Asem, Klungkung, Tabanan, dan Buleleng. Sementara wisatawan yang menginap di luar empat daerah tersebut akan diberikan transportasi ke hotel tempat mereka semula menginap dan satu malam gratis di hotel tersebut. Untuk memudahkan pelayanan, wisatawan sudah dapat mengunduh aplikasi bernama Mitigasi Bali yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Bali.

Dengan dibuatnya SOP dan dilakukannya simulasi, Kemenparekraf dan Pemerintah Bali berharap wisatawan tidak perlu khawatir lagi untuk menikmati liburannya di Bali. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.