Rabu, 30 September 20

Awas! Krisis Ekonomi 1997 Bisa Terulang

Awas! Krisis Ekonomi 1997 Bisa Terulang
* Arief Poyuono saat bersama Jokowi.

Jakarta, Obsessionnews – Ancaman krisis ekonomi di era Jokowi bisa terjadi akibat krisis perbankan nasional yang saat ini tidak saja mengalami kesulitan likuiditas tetapi terjadi kredit macet yang cukup tinggi akibat pertumbuhan perbankan Indonesia saat ini tengah melambat dibuktikan dengan laporan kinerja laba bersih perbankan yang menurun.

“Melemahnya nilai kurs rupiah terhadap dolar AS menjadi persoalan yang akan menyebabkan terjadinya krisis ekonomi mirip tahun 1997 apalagi dibarengi dengan kinerja performance perbankan nasional yang menurun akibat pengetatan likuiditas dan kredit macet,” ungkap Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, FX Arief Poyuono SE, kepada Obsessionnews, Jumat (1/5/2015).

Dua hal tersebut di atas, menurut Poyuono, jika tidak diatasi dengan hati-hati oleh Tim Ekonomi Jokowi akan berdampak pada ambruknya industri nasional serta capital flight besar-besaran yang berakibat pada banyak ditutupnya atau dikuranginya produksi di pabrik-pabrik dan industri. “Dan akan memicu PHK besar-besaran terhadap buruh serta dirumahkannya buruh akibat perusahaan tempat buruh pekerja tidak bisa lagi membayar gaji buruh,” tambahnya.

Di perayaan Hari Buruh ini, lanjut dia, tuntutan kaum buruh bukan hanya persoalan masalah upah, jaminan sosial (jamsos) dan sistim kerja kontrak saja yang sering diteriakkan di setiap Hari Buruh. “Tapi buruh menuntut kepada Jokowi untuk lebih serius dan jangan sering membuat statement yang tidak konsisten terhadap ucapannya dan jangan berubah-ubah seperti ‘pagi tempe malam tahu’ sehingga membuat kepercayaan pasar dan investor menurun,” tuturnya.

Ia pun mengungkapkan, tidak optimalnya penyerapan APBN dalam kuartal pertama Pemerintahan Jokowi juga menjadi penyebab lesunya perekonomian yang berdampak pada stagnasi ekonomi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi .sehingga fungsi bank tidak optimal akibat tidak ada satu pun proyek yang mulai akan dikerjakan oleh sektor swasta.

“Begitu juga dengan keadaan pekerja di sektor Petanian dan Nelayan yang dari dulu menjadi pihak yang kurang diuntungkan akibat kurang berpihaknya Pemerintah Jokowi kepada kedua sektor ekonomi pertanian dan perikanan dengan mengizinkan impor gula,beras, ikan asin,dan kebijakan Menteri Susi yang berdampak buruk pada nelayan Indonesia,” bebernya.

Karena itu, menurut Poyuono, Jokowi yang punya manajemen amburadul dalam mengurus pemerintahannya harus segera mempunyai pembantu di kabinet yang sangat handal tidak seperti sekarang ini justru membuat kekacauan dalam pemerintahan. “Hal ini untuk menutupi ketidakmampuan Jokowi yang sangat menjadi pembicaraan di dunia bisnis dan Masyarakat,” paparnya.

Jadi, tegas dia, di Hari Buruh ini ke depan buruh akan lebih banyak lagi menghadapi masalah yang bukan hanya masalah upah, sistim kerja kontrak dan Jamsos yang belum tuntas ,tetapi akan menghadapi PHK besar-besaran akibat salah urus ekonomi oleh Jokowi, Sementara para pengusaha mendapat ancaman gulung tikar dan akan kesulitan membayar kredit akibat lesunya penjualan produksi mereka.

“Satu satunya jalan untuk mengatasi ancaman krisis ekonomi hanyalah jika Jokowi konsisten dengan janji-janji saat kampanye dan komitmen menjalankan TriSakti dan NawaCita. “Jika tidak, maka tinggal tunggu saja Jokowi-JK dilengserkan oleh rakyat akibat krisis ekonomi dan demokrasi sudah tidak lalu lagi dalam menurunkan Jokowi-JK karena Pemerintah yang dihasilkan oleh pesta demokrasi bisa berubah menjadi pembubaran Pemerintahan Jokowi-JK oleh Rakyat,” tuturnya. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.