Sabtu, 27 November 21

Awas! Ada Ahamiyyah Pada Batu Akik

Awas! Ada Ahamiyyah Pada Batu Akik

Bandung, Obsessionnews – Sudah sekitar satu tahun berjalan fenomena batu akik merambah ke berbagai tempat. Di perumahan, jalanan protokol, sekolah, kampus dan bahkan sejumlah lembaga pemerintahan, swasta serta pertemuan. Berbagai topik pembicaraan kerapkali diisi dengan obrolan dan unjuk adu batu akik.

Hobi batu akik, baik kecintaan untuk mengoleksi, jual beli bahkan mempercayai batu memiliki ‘kekuatan’ membuat sebagian orang terlena bahkan kesehariannya terkadang dihabiskan untuk sekadar mengasah, mengelap ataupun membanding-bandingkan batu akiknya dengan batu akik yang lain. Lahirlah adu harga, adu riwayat batu bahkan adu kekuatan magis yang ada di dalam batu tersebut.

Adu kekuatan magis inilah yang dilarang, bahkan ketika seseorang meyakini dengan sepenuh hati, bahwa dalam batu akik tersebut ada ‘penunggu’-nya, maka lahirlah keyakinan (ahamiyyah ruhiyyah) yang menyebabkan beloknya keyakinan seseorang.

Batu Akik2

Dalam bahasa agama disebut pergeseran aqidah. Jangankan pergeseran aqidah, ketika seseorang mencintai dan menjadikan batu akik membuat lupa waktu shalat, lupa memberi nafkah keluarga dan lupa untuk beribadah, maka jatuhlah orang tersebut pada katagori ‘fawailul lilmushollin, alladzina hum ‘ansholatihim saaahun‘, atau dalam bahasa Sunda sering disebut “nyaporekeun” atau melalaikan  shalat, orang tersebut akan mendapat neraka Wail.

Apalagi meyakini adanya kekuatan yang dapat menghilangkan  madharat atau apes serta mendatangkan manfaat atau memiliki kekuatan magis, maka orang tersebut masuk pada katagori alkuhanah ramalan dan perdukunan. Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang datang ke dukun, kemudian ia bertanya kepada dukun itu, maka salatnya tidak diterima selama empat puluh malam”. (HR Muslim).

Dalam hadis lain dinyatakan, “Siapa yang datang kepada dukun, lalu ia percaya pada ucapan dukun itu, maka terlepaslah ia dari ajaran Muhammad SAW (kafir)”. (HR Abu Daud). Semua yang memberikan pendapat seputar hal magis dalam batu mulia tidak dapat mempertanggungjawabkan pendapatnya secara rasional dan logis.

Batu Akik3

Alquran menggambarkan indahnya batu akik atau batu mulia hanya sebatas Penyerupaan atau perumpamaan (Tasybih), seperti penyerupaan bidadari yang ada di syurga ibarat permata dan mutiara “Kaannahunnal Yaquutu Wal Marjan” (QS. Ar Roman ayat 58) yang menggambarkan betapa indahnya keberadaan mereka sebagai balasan bagi orang islam yang memasukinya.

Hadits yang lain menyebutkan “Siapa yang datang kepada dukun, lalu ia percaya pada ucapan dukun itu, maka terlepaslah ia dari ajaran Muhammad SAW (kafir)”. (HR Abu Daud).

Manusia merupakan makhluk yang berakal dan seyogyanya menggunakan akal tersebut untuk kemaslahatan hidupnya, sehingga ketika akal itu ditempatkan pada tempat yang seharusnya maka manusia itu berada pada tingkatan Ahsani Taqwim, namun sebaliknya ketika manusia menempatkan akal pada tempat yang salah, maka manusia tersebut akan  menempati asfala safilin, bahkan ketika akal itu ditinggalkan dan dibiarkan mengikuti hawa nafsunya masuklah manusia itu pada katagori binatang balhum adhol, bahkan kebejatan akhlaknya bisa lebih dari binatang Naudzubillahi Min dzalik.

Batu Akik4

Kalaulah kita mampu mengatur waktu dengan baik, pasti semuanya akan berjalan dengan baik, hoby berlalu tanpa ada yang terganggu seperti ibadah, baik ibadah mahdhoh atupun ghaeru mahdhoh, namun kita juga perlu memperhatikan adanya sebuah ungkapan barangsiapa mencintai sesuatu, maka kita akan jadi tawanannya.

Batu akik yang dicintai dengan berbagai jenis guratan di batu itu, warna yang beragam, berkilau menampakan ketertarikan untuk membeli, menggunakan bahkan mengoleksinya, sehingga hanya sebatas itulah yang diharapkan, tidak lebih dari sekedar itu.

Batu Akik6

Janganlah penilaian kita terhadap batu akik melupakan segalanya, bahkan seolah kehadiran batu menjadi pengatur dan menawan, sehingga akhirnya kita yang diatur batu akik. Jika dahulu banyak orang yang percaya terhadap batu memiliki kekuatan mistik yang dapat memberikan kelebihan, seperti banyak rejeki, disayangi banyak orang, maka sekarang diharapkan hal itu tidak terjadi.

Jadikan hal tersebut sebatas hobi yang tidak mengganggu aktifitas lainnya. Kalaupun kekuatan batu dijadikan sebagai gurauan, misalnya batu akik tersebut dapat menghilangkan dahaga atau tersedak, apabila batu akik tersebut direndam dalam air dan airnya kemudian diminum hahaha, ternyata bukan batu akiknya yang berkhasiat, namun karena airnya.

Kalaupun batu memiliki sebuah kekuatan, maka batu aswad atau hajar aswadlah yang paling dulu memiliki keajaiban dan kekuatan, namun tidaklah demikian. Sahabat Umar RA berkata “kalaulah Nabi Muhammad tidak mencontohkan mencium hajar aswad, maka aku tidak akan menciumnya”.

Batu Akik5

Batu itu menurut Umar RA tidak memiliki kelebihan, apalagi mendatangkan manfaat dan menghilangkan madharat. Fenomena batu akik  yang muncul belakang seperti penjualan melalui sejumlah situs yang mengiming-imingi adanya kekuatan dahsyat di dalam batu membuat pecinta dan pehobi maupun pengoleksi berusaha untuk mencoba dan memiliki, kecenderungan seperti inilah yang patut dijauhi.

Hobi atau minat seseorang terhadap batu akik pasti merasakan kesenangan dalam dirinya, sehingga bagaimanapun situasi dan kondisinya pasti akan dikejar, baik hujan atau berpanas-panasan bahkan boleh jadi menjadi pengobat saat merasakan sakit.

Bila kita menelisik pernyataan para psikolog diantaranya Rast, Harmin dan Simon dalam Mulyati, 2004:46 menyatakan hoby akan menimbulkan minat seseorang untuk mengejar apa yang disukainya dengan perasaan senang untuk memberikan perhatian lebih terhadap obyek tertentu, ketertarikan yang sangat dalam terhadap obyek tersebut, adanya aktifitas untuk mendapatkan, mengolah, memunculkan aktifitas lebih terhadap obyek tertentu dan dianggapnya sebagai prioritas dibanding yang lainnya, pada akhirnya akan mengarahkan dan mempengaruhi individu yang bersangkutan. (http://kotakatik-nurasti-12ra.blogspot.com/2014/02/definisi-hobiminat-dari-beberapa-tokoh).

Batu Akik7

Bila mau berfikir positif menjadikan fenomena batu akik ini jadikanlah sebuah usaha yang halal tidak dicampuradukan dengan hal miistik, menyita waktu shalat dan menghabiskan waktu mengurus keluarga. Dalam sebuah kesempatan Walikota Bandung Kang Ridwan Kamil berencana untuk memberikan cinderamata kepada para tamu, khususnya para kepala negara bersama istri yang menghadiri peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung pada bulan April 2015, sepasang batu akik berwarna biru, batu akik ini akan diperoleh dari warga masyarakat penjual dan pengrajin batu akik, hal ini positif jika pengrajin batu akik dapat menangkap gagasan tersebut, disanalah perputaran bisnis berjalan, pergerakan ekonomi dan keuangan bisa menembus batas masyarakat dari berbagai kalangan.

Akik Pancawarna Subang

Menjadikan batu akik sebagai bisnis diharapkan menghadirkan sosok muslim yang  mandiri, berdiri tegak tanpa bantuan dan belaskasih dari orang lain. Khairunnas Anfauhum Linnas sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi manfaat kepada orang lain, tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah, disanalah akan muncul ketangguhan ekonomi yang mampu memberikan kesejahteraan kepada diri sendiri dan keluarganya.

Jika fenomena batu akik dijadikan sebagai kekuatan mistik, maka kecenderungan Ahamiyyah inipun dapat terjadi pada semua benda makhluk hidup lainnya  tokek, ikan arwana dan  pohon beringin yang dianggap ada penunggunya, semoga keimanan kita tetap mantap untuk meraih hobi yang bermuatan ibadah. (Dudy Supriyadi)

.
.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.