Rabu, 8 Desember 21

Indonesia Tidak Berdaulat, Effendi Tantang Kebijakan Jokowi

Indonesia Tidak Berdaulat, Effendi Tantang Kebijakan Jokowi

Jakarta, Obsessionnews – Politisi PDI Perjuangan (PDI-P) Effendi MS Simbolan menantang kebijakan Presiden Jokowi terkait minyak dan gas bumi (migas). Meski sesama kader PDI-P, Effendi mengaku tidak segan terus menerus mengeritik Jokowi yang dinilai ‘gagal’ melakukan perubahan.

“Saya mengakui sejak terbentuknya pemerintahan Jokowi dan kabinetnya merupakan antitesa daripada seluruh tesis-tesis untuk memberi pembaharu buat kita. Namun setelah berjalan belum enam bulan, saya sudah mengatakan menentang kebijakan beliau. Walaupun partai saya mengatakaan harus mendukung, pokoknya kita harus dukung, tapi saya bilang nggak,” tegas Effendi dalam diskusi publik bertema ‘Adakah Harapan di Tengah Oligarki Pengelolaan Migas’ di Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Effendi menilai, keputusan Jokowi memberikan izin pada PT Freeport dan Newmont hanya mencelakakan rakyat dan bangsa Indonesia. Menurutnya, yang perlu diselamatkan adalah bangsa dan rakyat Indonesia bukan Jokowi.

“Kita bukan mau menyelamatkan Jokowi. Yang kita mau selamatkan rakyat Indonesia, kita mau menyelamatkan bangsa Indonesia,” tegas Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini.
“Saya yakin dia (Jokowi) tidak mengerti, bagaimana dia dari Walikota, kemudian Gubernur, kapan dia mempelajarinya, kapan dia mengalaminya, kapan dia merasakan ini,” tandas anak buah Megawati Soekarnoputri ini.

Effendi menyatakan heran dan tidak mengerti dengan keputusan Jokowi memberikan Izin perpanjangan ekspor konsentrat terhadap perusahaan besar Freeport dan Newmont, padahal menurutnya, tindakan tersebut melanggar Undang Undang Mineral dan Batubara (UU Minerba) .

“Saya tidak mengerti kenapa Presiden dibiarkan melanggar UU Minerba, jelas-jelas per Januari tidak boleh mengizinkan ekspor konsentrat, harus dibangun smelter, kok bisa diberi ke Freeport dan Newmont. Kok bisa ya, heran, kok boleh. Kenapa Presiden boleh, ini jelas-jelas melanggar. Saya sebagai DPR mengawasi pemerintahan, dia jelas melanggar kok. Dia memanfaatkan antara dua UU yang satu spesialis terhadap migas, yang satu lagi payungnya dalam UU energi generalisnya tidak fair,” ungkapnya.

Effendi Simbolon2

Menurut Effendi, Indonesia berdaulat artinya Indonesia bisa berkuasa atas sumber daya alam baik berupa bahan mentah sampai dengan baha olahan. “Demikian juga sumber daya alam yang kita impor sebagai konsumsi kita. Kita harus berdaulat,” tegas Politisi PDI-P ini.

Sebagai Anggota DPR, Effendi mengakui ada dua madzab yang dianut para wakil rakyat yang telah duduk di Senayan. “Ada yang anti terhadap aliran neolib yang tentu berkepentingngan terhadap oligarki penguasaan sumber daya alam dan mineral kita dan ada yang pro memang kepada aliran ini, dan alhamdulillah yang menang adalah mereka,” sindirnya dengan nada ejekan.

Effendi juga menyoroti persoalan UU yang selalu diubah kalau pemerintah yang melakukan pelanggaran. Kondisi ini, menurutnya, mengakibatkan Indonesia seperti tidak berdaulat. “Jadi saya analogikan di setiap pelanggaran peraturanya yang diubah, kok selalu peraturannya yang diubah. Kalau begitu jadinya kita hanya diolok-olok karena tidak punya integritas. Kalau begini mau jadi apa negeri kita, peraturan yang diubah,” sesalnya kecewa.

Ia pun berharap, mudah-mudahan kabinet mendatang terbebas dari paham-paham neolib. “Jangan ada lagi pemimpin yang sok pro rakyat tetapi pro neolib. Jangan mau lagi kita ditipu masuk comberan, masuk selokan dan sebagainya. Saya tidak tahu kapan akhir perjuagan kita! Yang penting kita berani memposisikan diri kita sebagai bangsa berdaulat walaupun dalam kenyataanya tidak mungkin semua bisa dimenangi,” harapnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.