Minggu, 29 Januari 23

Aneh! Tekan Rusia, AS Beri Sanksi terhadap Dua Putri Putin

Aneh! Tekan Rusia, AS Beri Sanksi terhadap Dua Putri Putin
* Vladimir Putin dan 2 putrinya. (Alinea.id)

Netizen/warganet merasa aneh dan bertanya-tanya ketika Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap dua putri Presiden Rusia, Vladimir Putin, hanya karena untuk menekan Rusia agar tidak invasi Ukraina.

Kedua perempuan itu memang tak meninggalkan banyak jejak di media.
Mereka masuk daftar target sanksi Kementerian Keuangan AS atas nama Maria Vorontsova dan Katerina Tikhonova.

Dalam keterangannya, Kementerian Keuangan AS hanya menyebut Tikhonova sebagai “seorang eksekutif yang pekerjaannya mendukung industri pertahanan Rusia.”

Sementara itu, Vorontsova disebut memimpin program riset genetika yang didanai negara. Program tersebut dipantau langsung oleh Putin.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa Negeri Paman Sam menyakini “aset-aset Putin disembunyikan melalui anggota keluarganya.”

Selain keterangan tersebut, tak banyak informasi lain mengenai Tikhonova dan Vorontsova. Putin sendiri juga sangat jarang menyebut nama kedua putrinya itu di panggung politik.

Pada 2015 lalu, Putin bahkan menolak mentah-mentah pertanyaan mengenai identitas kedua putrinya tersebut. Ia hanya menyebut, putrinya tinggal di Rusia.

“Putri saya hidup di Rusia dan hanya belajar di Rusia. Saya bangga terhadap mereka. Mereka bisa berbicara tiga bahasa asing dengan fasih,” tutur Putin, seperti dilansir AFP.

Ia kemudian berkata, “Saya tak pernah membicarakan keluarga saya dengan siapa pun. Setiap orang punya takdir. Mereka menjalani hidup masing-masing dengan kehormatan.”

Maria Vorontsova
Berdasarkan catatan resmi pemerintah Rusia, Vorontsova merupakan anak sulung Putin dari mantan istrinya, Lyudmila Putina.

AFP melaporkan, Vorontsova lahir pada 1985, sebelum keluarga Putin pindah ke Dresden, di mana ia bertugas sebagai agen KGB.

Media-media Rusia menyebut Vorontsova merupakan seorang ahli endokrin. Ia terlibat dalam perusahaan riset medis besar yang berfokus pada pengobatan kanker.

Pada 2019, Vorontsova tampil dalam wawancara dengan stasiun televisi nasional Rusia. Dalam tanya jawab itu, Vorontsova membeberkan rencana layanan medis senilai 500 juta pound sterling untuk pengobatan kanker.

Ia menikah dengan pebisnis Belanda kelahiran Rusia, Jorrit Faassen pada 2013. Mereka kemudian tinggal di apartemen di Amsterdam.

Tahun 2014, sejumlah tetangga mendesak agar Vorontsova diusir dari Belanda setelah pasukan pro-Rusia menembak jatuh pesawat MH17 yang terbang di langit Ukraina.

Ia kemudian diduga pindah ke apartmen mewah di seberang kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Moskow, Rusia.

Putri kedua Putin sempat menikah dengan pemilik bank Rusia.

Katerina Tikhonova
Tikhonova merupakan anak kedua dari pernikahan Putin dan Putina. Ia lahir setahun setelah Vorontsova di Dresden.
Berdasarkan sejumlah pemberitaan media Rusia,

Tikhonova berprofesi sebagai ahli matematika yang mengepalai yayasan sains dan teknologi. Yayasan itu berafiliasi dengan salah satu universitas negeri Rusia.

Tikhonova juga sempat menjadi penari rock and roll arobatik profesional yang pernah mengikuti berbagai kompetisi internasional bergengsi.

Ia menikah dengan Kirill Shamalov, putra bungsu Nikolai Shamalov, sekutu dekat Putin yang juga merupakan pemilik Rossiya Bank.

Menurut keterangan pemerintah AS, Rossiya Bank merupakan “bank pribadi” para pejabat tinggi pemerintah Rusia.

Setelah menikah tahun 2013, mereka kemudian bercerai pada 2018. Namun, detail mengenai pembagian harta pasca-perceraian itu belum dipublikasikan.

AS juga menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu di Rusia. Nama kedua putri Putin itu tercantum dalam daftar target sanksi AS bersama sejumlah sosok lainnya, termasuk istri dan putri Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dan sejumlah anggota Dewan Keamanan Rusia.

AFP melaporkan, daftar itu juga mencakup mantan Presiden dan Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, dan eks PM, Mikhail Mishustin.

Gedung Putih menyatakan, beberapa orang yang menjadi target sanksi ini bertanggung jawab atau memberikan dukungan kepada Putin untuk menginvasi Ukraina. (CNNIndonesia/Ref)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.