Sabtu, 28 Mei 22

Andi Arief Pernah Diculik di Era Orde Baru

Andi Arief Pernah Diculik di Era Orde Baru
* Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. (Foto: Twitter @AndiArief__ )

Jakarta, Obsessionnews.com – Andi Arief tersandung kasus narkoba. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini ditangkap polisi di sebuah kamar hotel di kawasan Jakarta Barat, Minggu (3/3/2019).

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim)  Polri telah menguji urine Andi. Urirenya positif mengandung sabu.

“Kami sudah juga melakukan tes urine terhadap saudara AA dan positif sabu,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019).

 

Baca juga:

Kasus Narkoba, Polisi Tangkap Andi Arief

Seru! Perseteruan Mahfud dengan Andi Arief Sampai Bawa Nama SBY

Andi Arief Kemungkinan Dijerat dengan UU Pemilu

Andi Arief, Yudhoyono dan Keteladanan Sandi Uno

 

Tertangkapnya Andi mengejutkan pengurus Demokrat. Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat Imelda Sari mengaku kaget dengan ditangkapnya Andi tersebut.

“Kita semua kaget dengan berita ini. Seperti petir di siang bolong,” kata Imelda lewat pesan singkat, Senin.

Dimusuhi Rezim Orde Baru

Andi Arief dilahirkan di Bandar Lampung, 20 November 1970 di Bandar Lampung. Aanak pasangan  Kiai Haji Arief Mahya dan Hajjah Mas Amah ini menghabiskan sekolah dasar sampai menengah atas di Bandar Lampung. Tahun 1989 dia kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Ketika kuliah itulah Andi aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, mulai dari kelompok studi, pers mahasiswa sampai senat mahasiswa. Ia Ketua Senat Mahasiswa Fisip UGM 1993-1994 dan Pemimpin Umum Majalah Mahasiswa Fisipol 1994-1995.

Tahun 1994 Andi memimpin Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) Cabang Yogyakarta sambil menjadi Dewan Pengurus Persatuan Rakyat Demokratik sebelum menjadi Partai Rakyat Demokratik. Saat menggalang aksi atas nama SMID Yogyakarta itulah Andi kenal dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu menjadi Danrem Pamungkas.

Aktivitas Andi terus meningkat sampai menjadi Ketua Umum SMID pada tahun 1996. Ia gencar mengkritik berbagai kebijakan penguasa Orde Baru. Hal ini membuatnya dimusuhi rezim Orde Baru. Ketika pecah peristiwa berdarah di kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 27 Juli 1996, Andi dikejar-kejar aparat. Beberapa hari setelah peristiwa itui, di tengah pengejaran itu Andi menggelar jumpa pers di Yogyakarta. Dia membantah tudingan kerusuhan didalangi SMID, dan semua itu adalah rekayasa Orde Baru.

Setelah jumpa pers menghebohkan itu, Andi Arief  menghilang. Dia dan kawan-kawannya diburu aparat keamanan Orde Baru. PRD dan SMID lalu bergerak di bawah tanah. Pada 28 Maret 1998, segerombolan orang berambut cepak berhasil mencokoknya di sebuah rumah toko di Bandar Lampung. Andi Arief diculik.

Pada 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mengundurkan diri akibat gerakan reformasi yang dipelopori mahasiswa. Lengser keprabonnya Soeharto tersebut mengakhiri kekuasaan era Orde Baru selama 32 tahun.

Dua bulan setelah jatuhnya Soeharto, Andi dibebaskan pada 14 Juli 1998.

Staf Khusus Presiden

Pada Pilpres 2004 Andi menjadi Sekretaris Jenderal Jaringan Nusantara, sebuah organisasi sukarelawan pemenangan SBY-JK. SBY-JK berhasil terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2004-2009.

Kerja keras Andi membuahkan hasil manis. Pada 2006 ia dipercaya menjadi salah satu Komisaris PT Pos Indonesia. Tahun 2008 Andi sempat mencoba peruntungan sebagai calon Wakil Gubernur Lampung berpasangan dengan calon Gubernur Muhajir Utomo dari jalur independen. Namun Jiran, begitu kode duet ini, gagal bersaing dengan enam pasangan lainnya.

Menjelang Pilpres 2009 Andi menyatakan mundur dari PT Pos agar dapat berkonsentrasi memenangkan SBY-Boediono. SBY-Boediono berhasil memenangkan Pilpres. Pada Kamis 19 November 2009 Presiden SBY mengangkat Andi sebagai  Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana periode 2009-2014.

Setelah masa tugasnya rampung di Istana Presiden, Andi bergabung dengan Partai Demokrat pada 2015. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.