Jumat, 17 September 21

Disebut Selingkuh, Anas Ancam Nazar dengan Pasal Pidana

Disebut Selingkuh, Anas Ancam Nazar dengan Pasal Pidana

Jakarta – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum marah saat mendengar persaksian mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (25/8/2014). Bahkan Anas mengancam Nazar dengan pasal Pidana karena kesaksiannya dianggap bohong.

Dalam sidang kasus proyek Pembangunan Pusat Olahraga Hambalang untuk terdakwa Anas Urbaningrum. Nazar menyebut bahwa Anas tidak hanya memiliki istri satu selain Athiyyah Laila, yakni Nova Riyanti. Meski Nazar tidak lagi menyebut siapa sebenarnya sosok Nova Riyanti itu.

“Kalau Neneng istri saya, kalau Athiyyah istri Mas Anas, dan Nova Riyanti istri Mas Anas,” ungkap Nazar, mengagetkan yang hadir di persidangan.

‎Pernyataan Nazar ini disampaikan di persidangan, karena ia tersinggung dengan pernyataan Anas yang menganggap telah memberikan keterangan palsu alias tidak benar. Sampai-sampai Anas meminjam Istri Nazar, Neneng telah dipinjamkan.

“Bahkan kalau perlu ditanya Neneng itu istri siapa, pasti jawabannya oh itu istri Anas dipinjamankan ke saya.” kata Anas.

Hal itu yang membuat Anas tidak mau bertanya kembali mengenai pengakuan Nazar yang dianggap bohong. Karena Anas yakin pertanyaannya akan dianggap percuma. Ia lebih baik menyerahkan kepada majlis hakim untuk bisa menilai mana informasi yang benar.

Namun, saat Anas mendengar persaksian Nazar yang menyebut dirinya punya istri lain selain Atiyyah Laila‎. Anas langsung marah dan mengancam Nazar dengan pasal pidana.

“Ini penting, ini bisa dipidana, bukan main-main ini,” ucap Anas dengan suara agak bergetar.

Secara singkat. Menurut Nazaruddin, Nova Riyanti ini mendapatkan jabatan di DPP Partai Demokrat setelah Anas terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat 2010. Namun lagi-lagi Nazar tidak mau menyebutkan apa jabatan yang diterima oleh Nova.

“Nova Riyanti di koran ditulis istri kedua Mas Anas. Mas Anas bilang amankan semua korannya di depan hotel-hotel,” katanya.

Diketahui, dalam dakwahnya Anas disebut menerima janji atau hadiah dari proyek Hambalang dan proyek lain-lain. Proyek tersebut digarap oleh Anas untuk menghimpun dana karena dia berkeinginan menjadi calon presiden melalui kendaraan politik Partai Demokrat.

Anas disebut telah mengeluarkan dana senilai Rp 116, 525 miliar dan 5,261 juta dollar Amerika Serikat untuk keperluan pencalonannya sebagai Ketua Umum Demokrat di Bandung 2010. Uang tersebut diperoleh dari proyek Hambalang atau proyek-proyek lain yang didapat dari Grup Permai. (Abn)

 

Related posts