Rabu, 21 April 21

Aksi Terorisme yang Dilakukan Milenial Bikin LaNyalla Miris

Aksi Terorisme yang Dilakukan Milenial Bikin LaNyalla Miris
* Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: dok. pribadi)

Jakarta, obsessionnews.com – Aksi penyerangan yang dilakukan wanita muda berinisial ZA bikin Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti miris. Menurutnya, hal ini membuktikan generasi muda cukup rentan dengan penyebaran paham radikalisme.

“Kita sangat miris dengan perkembangan terorisme di Tanah Air. Pasalnya pelaku teroris merupakan usia milenial yang semestinya masa usia produktif dalam belajar dan bekerja,” tutur LaNyalla dalam keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com Jumat (2/4/2021).

Senator asal Jawa Timur (Jatim) ini mengajak generasi milenial untuk berhati-hati dalam menerima sebaran ajaran paham-paham garis keras.

“Buat generasi milenial, saring dahulu informasi dan ajaran yang kalian dapat. Sebab, mereka akan mempengaruhi cara berpikir dan bertindak yang dapat merugikan diri sendiri, terlebih mengorbankan nyawa,” ujarnya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu mencontohkan serangan terhadap Mabes Polri yang dilakukan ZA.

“Berdasarkan informasi yang kita dapat, ZA belajar dari YouTube mengenai paham-paham radikal, khususnya ISIS. Kemudian ia menjadi penyerang tunggal pada kasus serangan Mabes Polri,” tuturnya.

Mantan Ketua Umum PSSI ini minta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk dapat melakukan penyaringan kanal-kanal YouTube, juga situs atau media sosial lainnya terkait paham-paham garis keras.

“Tugas kita adalah melindungi generasi muda kita dari ajaran yang salah. Sebab, Informasi yang disampaikan BIN menyebutkan bahwa generasi milenial mudah terpapar radikalisme dari media sosial dengan rentang usia 17-24 tahun,” terangnya.

LaNyalla juga meminta Kementerian Kominfo, Polri, BIN, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk lebih gencar memberikan informasi- informasi yang benar terkait terorisme. Dengan cara ini propaganda terorisme bisa diimbangi.

“Jika terorisme menyebar konten-konten dengan narasi ketidakadilan, kita dapat membuat narasi herois membela negara, prestasi dan menjaga keluarga atau konten lainnya,” terang Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jatim itu. (Red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.