Kamis, 23 September 21

Agregator Gas, Sebaiknya Pertamina Saja

Agregator Gas, Sebaiknya Pertamina Saja

Jakarta, Obsessionnews – Mempermudah penyeimbangan harga gas, pemerintah diminta menunjuk PT Pertamina sebagai agregator tunggal.

Idealnya, menurut mantan Sekjen Kementerian ESDM Djoko Darmono, agregator gas cukup satu. Sebab bakal mendongkrak daya tawar terhadap produsen gas agar tidak ada permainan harga.

Dia juga bilang, Pertamina memang pantas ditunjuk sebagai satu-satunya agregator karena merupakan badan usaha milik negara yang berada di bawah kendali pemerintah.

Lebih lanjut, Djoko menilai Pertamina punya portofolio yang baik terhadap gas baik di tingkat internasional atau domestik.

“Dengan begitu, Pertamina akan mampu menjamin suplai gas, baik melalui produksi sendiri maupun impor,” kata Djoko kepada wartawan pada Minggu (14/6).

Seperti disiarkan Antara, pengamat ekonomi Universitas Indonesia Muslimin Anwar mengatakan konsep pemerintah dalam melibatkan swasta sebagai agregator gosa bukan pilihan tepat sebab akan punya peran strategis dalam mengelola pasokan dan permintaan. Juga, menyeimbangkan harga gas serta mengembangkan jaringan infrastruktur.

“Saya optimistis, Pertamina dapat menormalisasikan harga gas dengan cara melalui agregasi produk gas upstream yang saat ini dimilikinya. Di samping itu, Pertamina juga memiliki, mengembangkan, dan mengelola existing infrastruktur gas seperti LNG, Regas, FSRU, Pipelines, CNG dan SPBG,” kata Muslimin.

Muslimin menambahkan, pasar di Indonesia terbagi pada beberapa pulau dan sumber daya. Maka sudah waktunya diterapkan konsep agregator gas guna mengamankan pasokan, mengelola fluktuasi permintaan dan memastikan harga dalam batas kewajaran.

“Agregator gas memiliki lima peranan, yaitu sebagai supply management, demand management, agregate price, developing infrastructure network dan trading platform. Sehingga agregator tunggal membuat pengelolaan gas bisa lebih terkendali,” kata dia

Muslimin juga mengingatkan, sebagai perusahaan yang 100% dikendalikan negara, Pertamina tepat jika ditunjuk sebagai agregator gas. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.