Kamis, 27 Januari 22

5 Hal Ini Jadi Fokus dan Komitmen IPC di 2020

5 Hal Ini Jadi Fokus dan Komitmen IPC di 2020
* Direktur utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC Elvyn G. Masassya. (Foto: Sutanto/obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Konsistensi Elvyn G. Masassya dalam menjaga PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) agar tetap tumbuh sehat patut diacungi jempol. Betapa tidak, totalitasnya sebagai direktur utama telah mampu menunjukkan bahwa IPC adalah perusahaan pengelola pelabuhan terbesar yang mampu memberikan keuntungan untuk negara.

Di bawah kepemimpinannya, IPC terus maju berlayar untuk selalu menjadi yang terdepan. Dengan begitu, lima tahun berikutnya IPC menjadi World Class Trade Facilitator pada 2024.

“IPC kini memasuki era baru. Arah transformasi bisnis perusahaan bukan lagi menjadi land lord atau port operator, namun juga menjalankan peran yang lebih luas sebagai fasilitator perdagangan dalam ekosistem logistik,” jelas Elvyn dikutip dari majalah Men’s Obsession edisi Februari 2020.

Baca juga: IPC Salurkan Bantuan untuk Ribuan Warga yang Terdampak Banjir

Ada lima hal yang menjadi fokus dan komitmen IPC pada 2020 ini. Pertama, Establishment of global footprint, yaitu melanjutkan strategi ekspansi ke luar negeri melalui anak perusahaan, untuk meningkatkan pendapatan perusahaan (growth strategy).

Berikutnya yang kedua, Establishment of world class terminal operations, mewujudkan operasional terminal berkelas dunia melalui penguatan operational excellence dan customer service, serta implementasi digital port dan kemampuan teknologi.

Ketiga, lanjut Elvyn, Implementation of green port and smart port initiatives, yaitu penerapan prinsip-prinsip green port dan smart port untuk bisnis yang berkelanjutan. Keempat Excellence competing subsidiaries, memperkuat keunggulan bersaing anak-anak perusahaan di industri masing-masing dan berstandar kelas dunia.

“Berikutnya, inisiasi Integrated Port Network (IPN) dan implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN),” bebernya.

Elvyn menjelaskan, salah satu PSN yang terus dikebut pengerjaannya oleh IPC, yakni Terminal Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat. Pada Januari 2020 progres proyek ini telah mencapai 43 persen. “Saya optimis pembangunan tahap I terminal ini akan selesai dan dapat mulai beroperasi pada Semester II tahun ini,” katanya.

Tahap I ini meliputi terminal peti kemas di sisi laut seluas 1000 meter x 100 meter, lapangan operasional di sisi darat, serta trestle (jalan penghubung) sepanjang sekitar 3,5km. Terminal Kijing merupakan ekstensi dari Pelabuhan Pontianak yang nantinya dikembangkan dengan konsep digital port, yang dilengkapi peralatan bongkar muat modern dan berperan sebagai pelabuhan hub (penghubung).

Dengan kedalaman -15m, kapal-kapal besar dapat bersandar dan melakukan bongkar muat untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat. Dan, sesuai dengan amanat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar pembangunan infrastruktur utama dihubungkan dengan kawasan produksi. Terminal Kijing nantinya terkoneksi langsung dengan Kawasan Ekonomi Khusus.

Menurut Elvyn, IPC akan terus mengembangkan ekosistem kepelabuhanan untuk memperkuat peran strategis IPC sebagai trade facilitator. Semua ini nantinya bermuara pada penurunan biaya logistik sebagaimana yang menjadi target pemerintah. Saat ini 12 cabang pelabuhan IPC telah memiliki sistem operasi berbasis digital yang setara tentunya dengan tingkat yang berbedabeda sesuai kebutuhan masing-masing Cabang Pelabuhan.

Sejumlah aplikasi penting telah diimplementasikan, antara lain Vessel Management System (VMS), Vessel Traffic System (VTS), Automatic Identification System (AIS), dan Terminal Operating System (TOS). Demikian juga Marine Operating System (MOS), untuk pelabuhan yang mempunyai trafik kapal yang tinggi dan disandari kapal-kapal besar. Terkini, pada awal Desember 2019 IPC telah memperkenalkan single Truck Identity Database (TID) yang merupakan basis data truk yang hilir mudik di pelabuhan-pelabuhan IPC.

Setiap truk nantinya memiliki kartu yang di dalamnya memuat data nomor truk, nama perusahaan, dan nama pengemudi. Kartu itu menjadi alat akses ke setiap terminal di pelabuhan IPC. Dimulai dari Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pilot project, yang diharapkan bisa fully implemented pada tahun ini. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.