Rabu, 3 Juni 20

180 Hakim Juru Bicara Pengadilan Ikuti Workshop di MA

180 Hakim Juru Bicara Pengadilan Ikuti Workshop di MA
* Mahkaman Agung (MA) RI menggelar Workshop and Certification Hakim Juru Bicara Pengadilan 2020 di kampus Badan Litbang Diklat Kumdil MA RI, Megamendung-Bogor, Jawa Barat dari 10 sampai 14 Maret 2020. (Dok MA)

Jakarta, Obsessionnews.comMahkaman Agung (MA) RI menggelar Workshop and Certification Hakim Juru Bicara Pengadilan 2020 di kampus Badan Litbang Diklat Kumdil MA RI, Megamendung-Bogor, Jawa Barat dari 10 sampai 14 Maret 2020. Kegiatan ini diikuti oleh 180 orang Hakim Juru Bicara Pengadilan, yang terdiri dari 25 orang Hakim Juru Bicara Pengadilan Tingkat Banding, dan 155 orang Hakim Juru Bicara Pengadilan Tingkat Pertama.

Dalam laporannya, Kabid Penyelenggara Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan R. Yustiar Nugroho menyampaikan, tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian dan keterampilan dalam bidang pengelolaan informasi dan pesan yang akan disampaikan ke publik.

“Meningkatkan pengetahuan peserta dalam menjalin sinergi dan keakraban dengan rekan media sehingga dapat mengontrol informasi yang akan disampaikan ke publik,” ujar Yustiar dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com,Selasa (17/3/2020).

Sementara untuk sasaran kegiatan ini adalah mewujudkan Hakim Juru Bicara Pengadilan yang memiliki kompetensi bidang komunikasi dalam menjalin sinergi dengan rekan media, dalam pengelolaan informasi kepada publik. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan berbentuk ceramah, pendalaman materi dan diskusi.

“Sementara untuk evaluasi kepada peserta, dilakukan melalui ujian sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) LSPR,” ungkapnya.

Pembukaan dan diskusi panel diselenggarakan pada hari pertama, yakni Selasa (10/3), dilanjutkan dengan kegiatan workshop di hari kedua pada Rabu (11/3) dan hari ketiga Kamis (12/3). Workshop sebagai bentuk pendalaman materi bagi para Hakim Juru Bicara ini. Materi tersebut terbagi dalam 4 tema yang disampaikan oleh para Dosen kompeten di bidangnya dari LSPR Communication & Business Institute.

Untuk materi digital PR disampaikan oleh Rizka Septiana, PR Event dengan pembicara Sylvia Roenfeld. Dua tema lainnya, yaitu Media Handling dipertajam bersama Gustav Aulia, dan Public Speaking bersama Pemateri Sri Ulya S.

Yustiar menjelaskan, tema dalam Digital PR menitik beratkan pada pengembangan fungsi PR dalam era kemajuan teknologi komunikasi yang berkembang pesat saat ini. Menciptakan dan menjaga citra positif Pengadilan dilakukan melalui pemanfaatan media baru melalui platform internet. Karakteristik dan keunggulan digitalisasi konsep, menggiring para peserta workshop untuk jeli mengasah kreativitas dalam mengemas konten sebagai bentuk pesan yang disampaikan ke publik.

Sementara itu, PR Event mengulas tentang berbagai bentuk kegiatan baik internal maupun eksternal. Langkah-langkah sebagai rangkaian dalam perencanaan sebuah kegiatan yang melibatkan publik, bertujuan untuk menciptakan citra positif Pengadilan.

Selanjutnya, tema Media Handling menekankan pada tahapan produksi pesan dan mendistribusikannya melalui berbagai media pilihan yang dianggap tepat untuk menuju target publik yang disasar. Pemahaman para peserta juga diperkuat dengan penekanan dokumentasi materi dalam bentuk audio, visual dan teks, sebagai kontrol pengelolaan publikasi melalui media komunikasi konvensional dan digital. Selain itu, memperkuat sinergisitas yang harmonis dengan para awak media.

Sementara, dalam Public Speaking, Hakim Juru Bicara sebagai peserta workshop diberikan penajaman pada pentingnya memahami publik sebagai lawan bicara. Publik merupakan titik awal yang mengarah pada relevansi pesan yang dipilih, media yang digunakan sebagai channel komunikasi, kreativitas kemasan pesan, cara penyampaian dalam konteks verbal dan nonverbal agar dapat dikonsumsi publik. Secara keseluruhan, tema-tema dalam workshop ini mengarahkan Hakim Juru Bicara sebagai representasi yang kompeten dan kredibel, dalam membentuk citra positif Pengadilan.

Hingga saat dilakukan uji kompetensi melalui LSP LSPR pada paruh akhir kegiatan pada Sabtu (14/3), para peserta dinilai layak menerima sertifikasi dalam profesi kehumasan. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.