Jumat, 7 Oktober 22

Rupiah Terus “Loyo”

Rupiah Terus “Loyo”

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini ditutup terdepresiasi sejalan dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.

Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.139 per USD. Posisi tersebut melemah 56 poin dibanding penutupan Rabu (29/10/2014) di level Rp12.083 per USD.

Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.104 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.103 per USD dan terlemah di level Rp12.179 per USD.

Data bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini juga pada level Rp12.139 per USD. Posisi tersebut memburuk 46 poin dibanding kemarin di level Rp12.093 per USD.

Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.137 per USD, dengan kisaran harian Rp12.080-Rp12.178 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 46 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp12.091 per USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.165 per USD. Posisi ini terdepresiasi 2 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.163 per USD.

Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini tertekan menguatnya USD setelah Federal Reserve (The Fed) mengakhiri program pelonggaran kuantitaif (quantitative easing/QE III) mulai 1 November 2014.

“Regional currencies melemah dan rupiah ikut terdepresiasi akibat meningkatnya tekanan USD,” kata dia, Kamis (30/10/2014).

Pelemahan rupiah juga terimbas melemahnya IHSG karena diserang aksi ambil untung dipicu terkoreksi yang terjadi pada Wall Street pada perdagangan semalam.

Sementara IHSG hari ini berakhir di teritori merah di tengah menguatnya mayoritas bursa Asia. IHSG terkoreksi 15,21 poin atau 0,30% ke level 5.058,85.

Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,7 triliun dengan 4,70 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp231,94 miliar. Tercatat 126 saham naik, 179 saham melemah dan 90 saham stagnan. (ant)

Related posts