Senin, 25 Juni 18

Menteri Koperasi dan UKM RI AAGN Puspayoga

Menteri Koperasi dan UKM RI AAGN Puspayoga
* Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga.

Sebagai Menteri Koperasi dan UKM RI, jelas bahwa Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga memiliki pengaruh besar bagi bangsa ini, setidaknya bagi puluhan juta pelaku usaha di negeri ini, terutama pelaku usaha UMKM. Apalagi keberadaan koperasi dan UMKM di Indonesia menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional.

Ya, sejak Bung Hatta mencetuskan koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa, Koperasi yang lahir pada tanggal 12 Juli 1947 ini, tentu telah memainkan peran dalam perekonomian nasional. Dalam perjalanannya, koperasi mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan kini, di usianya yang sudah menginjak 70 tahun, tercatat jumlah koperasi aktif mencapai 152.370 unit dengan jumlah anggota 26.741.848 orang, dengan jumlah modal Rp.87,97 triliun dan modal luar Rp. 83,82 triliun. Sementara volume usaha koperasi sebesar Rp.176,2 triliun dan memberikan sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp.8,3 triliun.

Melalui tangan dinginnya, Kementerian Koperasi dan UKM berhasil meningkat secara signifikan pada era Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Jokowi – JK. Kontribusi koperasi sebagai suatu lembaga terhadap PDB Nasional meningkat sebesar 3,99 persen pada tahun 2016, dari yang sebelumnya pada 2013 hanya sebesar 1,71 persen.

Capaian positif juga terjadi di program kewirausahaan nasional. Rasio tingkat aktivitas kewirausahaan Indonesia pada tahun 2013 yang semula sebesar 1,55 persen saat ini telah mengalami  peningkatan menjadi sebesar 3,01 persen. Peningkatan ini menunjukan adanya peningkatan ratio tingkat aktivitas kewirausahaan sebesar 1,46 persen dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Dalam mengemban amanah menjabat Menteri Koperasi dan UKM RI sejak Oktober 2014 lalu, Puspayoga memang sangat peduli dan concern betul dalam membina koperasi dan UKM di Indonesia. Di bawah komandonya, Kementerian Koperasi dan UKM RI melakukan pengembangan-pengembangan koperasi yang merupakan kegiatan reformasi koperasi dengan tahapan, Rehabilitasi yakni pembaharuan organisasi koperasi melalui pemutakhiran data dan pembekuan/pembubaran koperasi, dan Reorientasi yakni mengubah paradigma dari pendekatan Kuantitas menjadi Kualitas, serta Pengembangan yang bertahap dan terukur.

Sementara dalam pembinaan UKM, Puspayoga telah melakukan pengembangan-pengembangan UKM yang bekerjasama dengan beberapa kementerian dan instansi terkait, selain terus menumbuhkan dan mengembangkan para wirausaha di seluruh Indonesia. Misalnya, bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM, Puspayoga memberikan hak cipta secara gratis kepada pelaku UKM. Hal tersebut dalam rangka mendorong produktivitas usaha dan melindungi kreativitas UKM. Bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perdagangan, menerbitkan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK).

Pada 2017 ini, Kementerian Koperasi dan UKM RI juga akan terus menggulirkan program-program unggulan. Antara lain, penyelesaian data koperasi melalui Online Database System (ODS). Pada tahun ini juga koperasi akan bisa menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR), dengan tingkat bunga 9 persen yang sebelumnya 22 persen, dan pengembangan promosi dan pemasaran produk UMKM yang dioptimalkan melalui Galeri Indonesia WOW. (Ita)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.