fbpx

Kamis, 21 Februari 19

Zulkifli Hasan: Ngomong Sedikit Sekarang Masuk Penjara

Zulkifli Hasan: Ngomong Sedikit Sekarang Masuk Penjara
* Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. (Foto: IG Zulkifli Hasan)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai penetapan tersangka terhadap Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif merupakan hak aparat. Namun, masyarakat juga punya hak untuk menilai apakah kasus hukum itu sesuai dengan aturan hukum. Tidak tebang pilih.

Ia melihat di alam demokrasi ini kadang-kadang masyarakat justru lebih takut berbicara. Sebab apa pun yang disuarakan mereka kwartir akan berurusan dengan hukum. Apalagi jika kritik dikonotasikan sebagaj melawan pemerintah.

“Ya itu haknya aparat. Tapi, tentu sekali lagi, ya kalau orang sedikit-sedikit bicara masuk penjara, ngomong sedikit-sedikit masuk penjara,” kata Zulkifli di gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Perbedaan pendapat sering kali, lanjutnya, selalu diancam dengan jeratan Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), maka publik pun bisa memberikan penilaian.

“Kalau ada perbedaan dikit-dikit kena UU ITE, ya keadilan akan dirasakan publik ya. Itu kan nanti kalau dirasa tidak adil, ya akan merusak kepercayaan terhadap aparat penegak hukum,” kata Zulkifli.

Menurutnya, syarat demokrasi berkualitas yaitu penegakan hukum yang adil. Bila adil maka demokrasi akan menghadirkan kesetaraan, keadilan, dan kemakmuran. “Kalau penegak hukum yang dikatakan adil tapi dirasakan publik tak memenuhi rasa keadilan, tentu akan menggerus kepercayaan pada aparat penegak hukum itu sendiri,” tandas Zulkifli.

Sebelumnya, Slamet resmi menyandang status tersangka karena melakukan tindak pidana pemilu, yakni berkampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU, KPU provinsi, dan kabupaten/kota. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 280 ayat (1). Pihak pelapor dalam kasus ini adalah Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf Surakarta, Her Suprabu.

Slamet dijerat atas kasus dugaan pelanggaran tindak pidana kampanye berkaitan ceramahnya dalam kegiatan acara tablig akbar 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019.

Rencananya pada Rabu besok (13/2) Slamet akan diperiksa perdana sebagai tersangka di Markas Polres Kota Surakarta. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.