Jumat, 29 Oktober 21

Yudi Datau, Director of Photography Terbaik

Yudi Datau, Director of Photography Terbaik

Jakarta, Obsessionnews – Pria kelahiran Jakarta, 12 April 1968, ini berasal dari keluarga artis. Yudi Datau adik artis Muthia Datau dan Nunu Datau. Isterinya, Ine Febriyanti, juga seorang artis. Berbeda dengan kedua saudara dan isterinya, Yudi Datau tak menggeluti seni akting, tapi berkecimpung di dunia fotografi.

Sejak SMA Yudi Datau hobi fotografi. Ia kemudian memperdalam kegemarannya pada dunia fotografi dengan kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Kegemarannya memotret itu kemudian membawanya terjun ke dunia film sebagai juru kamera. Yudi terlibat dalam produksi film seperti Arisan! tahun 2003, Impian Kemarau (2004), Ungu Violet (2005), Gie (2005), Denias, Senandung di Atas Awan (2006), Nagabonar Jadi 2 (2007), Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010), Dilema (2011), dan 5 Cm (2012).

Dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2012 di Yogyakarta Yudi terpilih sebagai Director of Photography (DoP) Terbaik lewat film Dilema. Prestasi tersebut semakin memacu semangat ayah dua anak ini untuk terus mengembangkan potensinya di bidang fotografi.

Yudi mempersembahkan kemenangan itu untuk para kru film dan keluarganya. Dia mengatakan, kemenangan itu untuk semua kru film. Dia mencoba yang terbaik untuk seluruh keluarga besarnya, untuk isteri dan anak-anaknya yang rela ditinggal subuh-subuh.

Dia mengakui mendapat dukungan penuh dari isterinya. Selain mendukung Ine Febriyanti pun tak segan mengkritik karya-karya Yudi. Dia memuji isterinya yang memberikan dukungan yang luar biasa besarnya.

Popularitasnya semakin melejit ketika menjadi penata kamera film 5 Cm tahun 2012, di mana film ini berhasil menjaring 2,4 juta penonton dan mendapat pengakuan dari banyak festival.

Karena berbagai prestasinya tersebut Yudi terpilih menjadi anggota juri kompetisi film pendek, salah satu seni kreatif yang dilombakan dalam acara BeKreatif (Gebyar Seni Kreatif) Indonesia 2015. Kegiatan tersebut akan digelar di Bandung pada November mendatang. Selain film pendek, yang juga dikompetisikan adalah musik kontemporer, tari kontemporer, desain produk industri, aplikasi digital, dan games.

Yudi menyambut hangat penyelenggaraan BeKreatif Indonesia 2015, karena kompetisi ini mendorong para insan kreatif menampilkan karya-karya terbaiknya.

Ketika disinggung tentang prospek film nasional, Yudi optimis film Indonesia berprospek yang bagus, dan hal itu membuka peluang bagi kamerawan untuk terjun ke dunia film. “Dalam pengamatan saya animo anak-anak muda di bidang fotografi cukup tinggi, dan mereka dapat menyalurkan bakatnya sebagai kameraman film. Saya optimis film Indonesia berprospek cerah, karena masyarakat menyukainya,” tuturnya kepada obsessionnews.com di sela-sela rapat dengan panitia BeKreatif Indonesia 2015 di sebuah hotel di Jakarta beberapa waktu lalu. (Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.