Selasa, 7 Desember 21

Yaqut “Serahkan” Kursi Menteri Agama kepada Santri Pesantren Nurul Jadid

Yaqut “Serahkan” Kursi Menteri Agama kepada Santri Pesantren Nurul Jadid
* Yaqut Cholil Qoumas menyerahkan" jabatan Menteri Agama kepada Afi Ahmad Ridlo, santri Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Ruang Rapat Pimpinan Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (21/10/2021). (Foto: Humas Kemenag)

Jakarta, obsessionnews.com – Jarum jam di Ruang Rapat Pimpinan Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan pukul 09.00 WIB ketika satu persatu pejabat Eselon I tiba di sana, Kamis (21/10/2021). Tepat setengah jam setelahnya, 25 kursi yang tersedia pun terisi penuh.

Baca juga:

Menteri Yaqut Disambut Tradisi Injak Tanah di Ternate

Menteri Yaqut: Menghina Simbol Agama adalah Pidana

Tak berselang lama, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memasuki ruangan. Di hadapan jajarannya Yaqut menyampaikan, bahwa hari ini ia bermaksud “menyerahkan” jabatan Menteri Agama kepada Afi Ahmad Ridlo. “Penyerahan” jabatan ini terkait program Sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri yang menjadi rangkaian Peringatan Hari Santri 2021. Hal itu ditandai dengan penyematan pin Menteri Agama dari Yaqut kepada Afi Ahmad Ridho yangdisaksikan pejabat eselon I Kemenag.

“Saya meminta seluruh jajaran pejabat eselon I dan ASN Kementerian Agama dapat membantu Afi yang akan menggantikan saya hari ini,” tutur Yaqut usai menyematkan pin Menteri Agama kepada Afi Ahmad Ridlo seperti dikutip dari siaran pers Humas Kemenag..

“Untuk Afi, hari ini saya ‘serahkan’ Kementerian Agama, seluruh yang ada di sini, ruangan Menteri Agama, silakan dipergunakan. Manfaatkan kesempatan di sini untuk memberikan kontribusi untuk umat. Laksanakan, dan amankan!” sambungnya.

Afi Ahmad Ridlo adalah santri pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.  Siswa kelas 12 Madrasah Aliyah Nurul Jadid ini berkesempatan menggantikan Yaqut sebagai Menteri Agama usai menyisihkan 140 peserta lainnya dalam Sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri.

“Dengan kegiatan ini  kita berharap santri ini bangkit semangatnya, bangkit kepercayaan dirinya. Pesan yang ingin kita sampaikan adalah bahwa santri itu bisa menjadi apa saja,” tutur Yaqut.

“Jadi santri tidak perlu minder, tidak perlu merasa terpinggirkan karena negara juga sudah memberikan afirmasi yang luar biasa kepada para santri,” imbuhnya.

Mendapat kesempatan untuk duduk di kursi Menteri Agama menjadi kebanggaan tersendiri bagi Afi Ahmad Ridlo. Menurutnya, ini menjadi kesempatan belajar sekaligus ajang pembuktian bahwa para santri memiliki kemampuan yang luar biasa.

“Saya mewakili semua santri nusantara ingin menunjukkan kalau santri itu bisa. Dan kita itu punya potensi untuk memimpin bangsa. Beberapa orang memang memiliki paradigma meminggirkan pesantren. Di forum ini, saya dan teman-teman ingin membuktikan bahwa santri punya lebih dari yang kalian pikirkan,” tutur remaja kelahiran Lumajang, Jawa Timur ini.

Ia juga mengajak para santri untuk dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan negeri.

“Santri kalau hanya bisa ngaji, tapi tidak bisa berbakti pada negeri, jadinya useless. Kita harus bisa memainkan peran dakwah di berbagai lini. Bukan sekedar dakwah memberikan ceramah atau tausiyah, tapi juga menjadi teladan di berbagai bidang,” paparnya.

Selama menjalankan tugas Sehari Menjadi Menteri, Afi juga didampingi oleh Ghufron Ihsan, santri pondok pesantren Al Muhajirin III, Purwakarta dan Nur Winda santri pondok pesantren DDI Salman Allakuang Sidrap. Keduanya merupakan pemenang ke-2 dan ke-3 Sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri.

Afi  usai mendapat pelimpahan wewenang dari Gus Yaqut, dijadwalkan akan memimpin Rapat Pimpinan Kemenag dan beraudiensi dengan tamu Menteri Agama. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.