Kamis, 30 Juni 22

Wartawan Investigasi Korupsi Dibunuh, Sejumlah Pejabat Mundur!

Wartawan Investigasi Korupsi Dibunuh, Sejumlah Pejabat Mundur!
* Rakyat protes terhadap pembunuhan wartawan. (Yahoo News)

Pejabat pemerintah, termasuk Perdana Menteri Malta, menghadapi tuntutan untuk pengunduran diri terkait pembunuhan terhadap wartawan investigasi Daphne Caruana Galizia.

Kasus pembunuhan wartawan investigasi korupsi pejabat tinggi, bakal menjatuhkan pemerintahan.

Daphne Caruana Galizia tak pernah lelah menyelidiki korupsi yang ia perkirakan telah berurat akar di negaranya, Malta, sebelum ia terbunuh dalam bom mobil di dekat rumahnya bulan Oktober 2017. Tiga tersangka akan diadili, tapi belum jelas siapa dalang pembunuhannya.

Beberapa hari terakhir, penyelidikan meningkat sesudah perantara pembunuhan itu diberi grasi untuk ditukar dengan bukti. Lalu seorang pengusaha terkenal ditangkap dengan dramatis di kapal pesiarnya yang mewah.

Penyelidikan polisi berlanjut dan sejumlah pejabat pemerintah mengundurkan diri karena terkait dengan pembunuhan Caruana Galizia. Efek berantai ini menimbulkan protes di jalan dan kekacauan di parlemen Malta pekan ini.

Apa yang sebenarnya terjadi seputar pembunuhan ini?

Wartawan paling berani
Caruana Galizia digambarkan sebagai salah seorang wartawan yang paling penting dan berani di Malta. Ia mengelola blog terkenal, Running Commentary, yang menyelidiki tuduhan korupsi dan kriminalitas lain yang terjadi pada pejabat tinggi pemerintah.

Sebelum kematiannya, ia menulis laporan berisi tuduhan terhadap korupsi politisi senior terkait Panama Papers.

Pembunuhan terhadapnya dilakukan oleh pembunuh bayaran. Pembunuhan ini tak hanya mengejutkan warga Malta, tetapi juga komunitas internasional yang mengkritik cara pemerintah menyelidikinya.

Keluarga Caruana Galizia memimpin seruan meminta keadilan baginya, termasuk menyelenggarakan penyelidikan publik.

Mereka juga mengalami intimidasi selama bertahun-tahun termasuk pembunuhan terhadap anjing peliharaan mereka akibat laporan-laporan yang ditulis Caruana.

Tersangka
Tiga tersangka sedang menunggu pengadilan, tapi otak pembunuhan belum disentuh. Kakak beradik George dan Alfred Degiorgio dan teman mereka, Vincent Muscat, ditangkap tak lama sesudah pembunuhan, dengan tuduhan menanam dan memicu bom mobil.

Mereka didakwa dengan pembunuhan, pemilikan dan peledakan bom, serta menjadi bagian dari organisasi kriminal. Ketiganya menyatakan tidak bersalah saat sidang pendahuluan.

Penghubung
Melvin Theuma, seorang supir taksi yang terhubung dengan organisasi kriminal, digambarkan media sebagai “penghubung” dalam pembunuhan ini.

Ia ditangkap November ini dalam penyelidikan terpisah soal pencucian uang, tapi kemudian menawarkan informasi kunci kepada polisi tentang pembunuhan Caruana Galizia dengan syarat ia tidak dihukum untuk kejahatannya.

Ia lalu mendapat grasi dari Perdana Menteri Joseph Muscat, yang sebelumnya menyatakan grasi seperti ini hanya diberikan apabila ada bukti dan si tersangka bersedia bersaksi di pengadilan.

Media di Malta melaporkan Theuma punya bukti, termasuk rekaman suara, untuk mendukung pengakuannya.

Sejak itu, perkembangan penyelidikan berjalan dengan cepat, termasuk membuka skandal terkait pejabat pemerintah.

Pejabat pemerintah, termasuk Perdana Menteri Malta, menghadapi tuntutan untuk pengunduran diri terkait pembunuhan terhadap wartawan investigasi Daphne Caruana Galizia. (BBC)

 

Pebisnis
Sehari sesudah berita grasi terhadap Theuma disiarkan, tanggal 20 November, seorang pebisnis terkemuka Yorgen Fenech ditangkap polisi. Ia ditangkap petugas bersenjata sesudah kapal pesiarnya dicegat dan digeledah.

Fenech seorang terkenal di Malta dengan jabatan direktur kelompok bisnis Tumas dan direktur perusahaan energi Electrogas. Ia mengundurkan diri dari kedua jabatan itu.

Fenech diberitakan menjadi merupakan pemilik perusahaan yang terdaftar di Dubai, 17 Black, yang sempat muncul di Panama Papers – kebocoran dokumen tahun 2016 berisi perusahaan-perusahaan lepas pantai dan orang-orang yang terlibat.

Caruana Galizia menulis tentang 17 Black delapan bulan sebelum kematiannya, menuduh adanya kaitan perusahaan itu dengan pejabat pemerintah.

Media Malta menuduh Fenech berhubungan dengan Theuma, si “penghubung”, yang dilaporkan bekerja sebagai supir taksi di gedung apartemennya.

Fenech belum berkomentar sejak penangkapannya. Ia ditahan sebanyak empat kali sementara penyelidik menyusun dakwaan terhadapnya. Beberapa laporan menyatakan ia menawarkan kerja sama dengan imbalan kekebalan hukum.

Kantor berita Reuters melaporkan hari Selasa (26/11), bahwa Fenech menawarkan polisi informasi yang bisa “meruntuhkan rumah” dengan rincian tuduhan korupsi pejabat-pejabat senior di pemerintahan.

Pejabat pemerintah undur
Perkembangan selanjutnya adalah rangkaian pengunduan diri. Menteri Pariwisata Konrad Mizzi berhenti, sementara Menteri Ekonomi, Chris Cardona, menskors dirinya sendiri.

Kepala staf Perdana Menteri, Keith Schembri – yang tercantum dalam laporan Caruana sebelum kematiannya – juga mengundurkan diri dan ditangkap polisi.

Schembri juga disebut di Panama Papers. Caruana Galizia menuduhnya – bersama Mizzi mengambil keuntungan dari “perusahaan cangkang”.

Chris Cardona tak disebut di Panama Papers, dan ia didekati polisi untuk “klarifikasi lebih jauh”. Cardona berkata ia mundur dari posisi menteri demi kepentingan nasional. Ketiga pejabat ini membantah laporan-laporan itu.

Pengunduran diri ketiganya disebabkan tekanan pihak oposisi dan protes jalanan yang menyerukan keadilan seraya membandingkan pemerintahan dengan “mafia”.

Perdana menteri
Joseph Muscat, ketua Partai Buruh, menjabat perdana menteri sejak tahun 2013. Pengunduran diri pejabat pemerintah yang dekat dengannya menyebabkan ia ditekan untuk berbuat sesuatu. Ia berkeras tak ada yang bisa lolos dari keadilan seiring jalannya penyelidikan.

“Apa yang sedang terjadi sekarang ini adalah operasi yang diharapkan bisa memecahkan kasus pembunuhan terhadap Daphne Caruana Galizia,” kata Muscat Selasa (26/11). “Tak ada impunitas di negeri ini.”

Meski begitu, ia tetap menghadapi kritik dan tuntutan untuk mengundurkan diri – termasuk dari putra Caruana.

“Muscat, yang bertanggung jawab dalam tiga tahun terakhir terhadap Schembri. Ia harus mengundurkan diri sekarang juga,” cuit Matthew Caruana Galizia di Twitter.

“Ia tak bisa dipercaya karena menghalangi keadilan. Sudah terlalu lama ia lakukan itu.” (*/BBC)

Sumber: BBC Magazine

Mafia korupsi

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.