Rabu, 1 Desember 21

Warga Tasikmalaya ‘Protes’ Iuran BPJS Naik Menyusul BBM

Warga Tasikmalaya ‘Protes’ Iuran BPJS Naik Menyusul BBM

Bandung, Obsessionnews – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sudah terjadi akhir Maret lalu, membuat keberatan warga Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Apalagi, adanya rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Keberatan warga tersebut diakui oleh Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman, saat ditemui usai Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Propinsi  Jawa Barat, di Bandung, Kamis (2/4/2015).

“Kami mengerti kenaikan iuran ini merupakan konsekuensi dari kebutuhan obat, tenaga perawat termasuk infrastruktur. Namun baru saja BBM naik akan semakin merepotkan warga kami,” ungkap Budi.

Sosialisasi yang sudah dilakukan Pemerintah Kota  Tasikmalaya bersama unsur terkait lainnya, selama ini menghasilkan peserta sebanyak 63% terdiri atas peserta BPJS dan Jaminan Kesehatan Daerah/Jamkesda, sehingga masih tersisa 37% yang belum tercover.

“Nah, sekarang iuran BPJS nya akan naik, malah makin berat dong bagi warga kami,” ucap Walikota Tasikmalaya.

Masalah kemiskinan saat ini masih terasakan di daerah Tasikmalaya, sehingga pihaknya terus berupaya menambah jumlah rumah sakit rujukan bagi para pasien peserta BPJS, saat ini sudah ada 5 rumah sakit di Tasikmalaya yang siap membantu ditambah puskesmas dan dokter jaga.

“Saya setuju dengan pa Menteri Dalam Negeri yang tadi disampaikan harus adanya Puskesmas di tiap Kecamatan,” paparnya.

Budi juga setuju jika Puskesmas secara total melayani pasien sehingga tidak harus dirujuk ke rumah sakit, di Puskesmas itulah harus dilengkapi berbagai peralatan yang super canggih dengan dokter dan perawat yang profesional.

“Hal ini akan memudahkan bagi warga kami ketika mereka sakit, ongkos berkurang, biaya yang dikeluarkan juga akan sedikit,” tandas Walikota Tasikmalaya.

Ia pun menyayangkan rencana Pemerintah untuk menaikan BBM sebulan sekali, karena dampak ekonomi akan semakin besar dirasakan masyarakat di daerah, ya idealnya kenaikan BBM itu enam bulan sekali atau seharusnya diturunkan sehingga beban masyarakat berkurang. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.