Jumat, 24 September 21

Warga Bandung Tolak Tarif Listrik Naik

Warga Bandung Tolak Tarif Listrik Naik

Bandung,  Obsessionnews – Warga Kota Bandung mengaku tidak setuju dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik, menyusul minimnya pendapatan sehari-hari mereka.

Kinkin (39 tahun) warga Cibiru Bandung,  Kamis (3/12), mengaku berat apabila tarif listrik harus naik. Pasalnya, warung yang dia miliki hanya mendapatkan Rp10-20 ribu per harinya. Itu pun harus kembali dibelanjakan agar barang jualannya tetap ada.

“Ya kalau semacam pejabat sih, gak jadi masalah mau naik berapa pun juga mereka sudah ada fasilitas dari negara. Lha kalau saya?” geramnya.

Menurut dia, sebaiknya pemerintah fokus pada pemberdayaan masyarakat kecil, tidak malah sebaliknya. Begitupun para pejabat negara harus mampu membuat rakyat bangkit dari kemiskinan, bukannya malah membuat rakyat semakin miskin.

Hal senada juga dikatakan seorang penjahit bernama Muslim (50 tahun) warga jalan Rajawali Bandung yang kesehariannya menggunakan listrik untuk usahanya tersebut.

Menurut Muslim, saat ini saja sangat minim pesanan jahitannya. Pendapatan minim,  sehingga jika listrik naik dirinya akan semakin susah. “Selain itu seringnya listrik mati otomatis menjadi penghambat usaha saya. Kan tidak dapat beroperasi apabila listrik mati,” protesnya.

Muslim berharap kenaikan tarif listrik tidak jadi dilakukan, karena dia yakin masih banyak yang lebih susah dan masih banyak pejabat yang punya perasaan agar warganya tetap dapat mencari nafkah dengan tidak menambah beban pengeluaran. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.