Sabtu, 2 Juli 22

Wamenag Zainut: Masalah UAS Sebaiknya Bersikap Proporsional

Wamenag Zainut: Masalah UAS Sebaiknya Bersikap Proporsional
* Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid Sa’adi. (Foto: IG Zainut)

Obsessionnews.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi merasa ikut prihatin atas kejadian yang menimpa Ustaz Abdul Somad (UAS) yang ditolak masuk ke Singapura oleh pihak imigrasi setempat beberapa hari lalu.

 

Baca juga:

Tabayyun, MUI Undang Ustaz Abdul Somad

Cara Ustaz Abdul Somad Memuliakan Ibunya

 

 

“Semoga beliau bisa mengambil hikmah dari peristiwa tersebut,” kata Wamenag Zainut dalam keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com, Jumat (20/5/2022).

Dia mengungkapkan, kejadian seperti itu sebenarnya sering juga menimpa orang lain. Misalnya Prabowo Subianto pernah tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat sewaktu ingin menghadiri kelulusan putranya di Boston pada 2000. Hal serupa juga menimpa mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio ditolak masuk ke Amerika Serikat tahun 2017.

“Dan saya kira masih banyak kejadian serupa yang menimpa warga negara Indonesia lainnya. Jadi menurut saya hal tersebut hal biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan,” tutur Wamenag.

Ia menambahkan, yang harus dipahami bahwa petugas imigrasi di berbagai negara termasuk Indonesia memiliki otoritas untuk menolak atau menerima warga asing untuk masuk wilayah suatu negara. Hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan negara tersebut.

“Indonesia sendiri melalui pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Bandara Soekarno Hatta selama tiga bulan terakhir dari bulan Januari – Maret 2022 telah melakukan penolakan masuk 234 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara dengan berbagai alasan,” ujar Wamenag.

Menurutnya, beragam alasan penolakan warga negara asing masuk ke suatu negara selain alasan keimigrasian, misalnya karena masuk dalam daftar cekal, paspor rusak atau palsu, tidak kooperatif, mengganggu ketertiban umum dan lain sebagainya.

“Jadi menurut saya masalah pencekalan terhadap UAS meskipun kita ikut prihatin terhadap kejadian tersebut, namun sebaiknya kita tetap bersikap proporsional, tidak perlu emosi yang berlebihan, apalagi mengaitkan masalah tersebut dengan intervensi politik negara, misal menyebut “pesanan Jakarta”. Hal tersebut sangat tidak relevan dan tidak beralasan. Akan lebih bijak jika kita melakukan _muhasabah_ untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa tersebut,” ucap Wamenag.

Dia mengimbau mari kita membangun sikap hidup yang lebih terbuka dan toleran agar tidak selalu dihantui perasaan curiga dan syak wasangka yang berlebihan. Ajaran agama Islam mengajarkan bahwa kita harus menjauhi prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.