Minggu, 5 Februari 23

Vanessa Angel Terancam Lima Tahun Penjara

Vanessa Angel Terancam Lima Tahun Penjara
* Vanessa Angel (Doc. Net)

Jakarta, Obsessionnews.comTampaknya artis Vanessa Angel bakal merasakan dinginnya jeruji besi. Bagaimana tidak, polisi telah menyatakan menahan artis yang terlibat kasus penyebaran foto dan video asusila ini pada Rabu (30/1/2019).

Diketahui Vanessa ditahan karena terbukti aktif memberikan konten foto dan video melalui sosial media (sosmed). Pemain sinetron ‘Cinta Intan’ ini ditahan setelah menjalani penyelidikan panjang oleh Polda Jawa Timur (Jatim).

 

Baca juga:

Membedah Konstruksi Hukum Kasus Vanessa Angel dalam UU ITE

Ini Syarat Tersangka Bagi Vanessa Angel, Avriellia Shaqqila, dan R

Malu, Vanessa Merasa Orang Lain Melihatnya Seperti Telanjang

Vanessa 80 Jt Jadi ‘Trending Topic’ di Google

 

Penetapan tersangka Vanessa bermula dari dirinya yang sempat menulis status di instastorynya sebelum penangkapan. Semua itu terangkum dalam akun Instagram miliknya @vanessaangelofficial yang sudah mendapatkan centang biru.

Dalam Instastory tersebut, Vanessa Angel menuliskan betapa tidak membenci ketika harus terbang di pagi hari. “I hate morning flight,” begitu tulisnya. “Let me sleep,” tulis Vanessa.

Vanessa mengenakan ka camata hitam. Dia memakai busana berwarna ungu, yang belakangan diketahui ternyata busana yang sama ketika dirinya diciduk polisi.

Di Instastory ke-2, Vanessa memperlihatkan gerbang ‘Selamat Datang’. Tak lupa, dia menyapa Surabaya, kota yang disinggahi setelah melalui penerbangan pagi tersebut. “Hello Surabaya, Indonesia,” tulis Vanessa sembari mengaktifkan fitur penanda lokasi.

Di Instastory tersebut, perempuan berusia 27 tahun ini menuliskan kalimat yang belakangan menjadi viral setelah dirinya dibekuk oleh polisi. “Menjemput rezeki di awal tahun 2019,” tulisnya. “See you at @townsquaresurabaya,” tambah Vanessa dalam tulisan di Instagram miliknya.

Di Instastory ke-3, Vanessa terlihat berada di lokasi tempat dirinya diduga ‘menjemput rezeki’ dari menjadi MC sebuah acara. Job MC tersebut juga diamini oleh sang manajer, Lidya. Dia mengatakan Vanessa pamit ke Surabaya, Jawa Timur, karena ada pekerjaan untuk memandu sebuah acara. Lidya pun syok mendengar kabar Vanessa diciduk polisi.

Diduga di lokasi itu pula, Vanessa dijemput polisi karena diduga melayani pria hidung belang berinisial R yang diketahui merupakan pengusaha tambang di Lumajang, Jawa Timur. Siapa sangka,  itu ternyata Instastory terakhir Vanessa sebelum dirinya dibekuk oleh polisi.

Setelah dibekuk polisi, Vanessa tidak ditahan. Statusnya masih menjadi saksi korban dalam prostitusi online, seperti yang dilontarkannya dalam jumpa pers di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur pada (6/1).

Setelah lebih dari 24 jam, Vanessa angkat bicara. Didampingi sahabatnya, Jane Shalimar, dia keluar dari ruang pemeriksaan dengan mengenakan pakaian berwarna putih. Wajahnya tertunduk. Seolah dia tak berani menatap kamera para wartawan di depannya.

Dalam jumpa pers tersebut dia meminta maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi dan atas opini dan asumsi masyarakat yang sudah terbentuk di media sosial. Dia menyadari bahwa perbuatannya itu merugikan banyak orang.

Tak hanya itu, Vanessa Angel juga mengucapkan terima kasih pada para petugas kepolisian. Pasalnya, ia merasa diperlakukan dengan baik selama pemeriksaan.

Vanessa ditangkap saat melakukan hubungan badan dengan lelaki pemesannya di salah satu hotel bintang lima di Surabaya, Sabtu (5/1).

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa sekotak kondom dan celana dalam ungu Vanessa dipamerkan Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur. Total ada 5 barang bukti prostitusi online Vanessa yang akan ditampilkan dalam rilis Polda Jawa Timur.

Lima barang bukti prostitusi online Vanessa adalah sebuah telepon seluler, sebuah sprei warna putih, sekotak alat pengaman kontrasepsi (kondom) merk sutra, sebuah kaca mata merk tempord warna coklat dan sebuah celana dalam warna ungu.

Polda Jatim mengungkap kasus prostitusi online setelah melakukan penggerebekan terhadap sebuah hotel bintang lima di Surabaya. Selain Vanessa, polisi juga membekuk soerang model Avriellya Shaqila. Dalam bisnis lendir itu, kedua artis itu diduga dibayar Rp 80 juta dan Rp 25 juta untuk sekali kencan.

Hampir bersamaan dengan penggerebekan hotel bintang lima di Surabaya, Jawa Timur, foto bugil Vanessa tersebar di media sosial. Saat itu pula, mantan kekasih Didi Mahardika tersebut ditangkap terkait kasus prostitusi online.

Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Zakir Rasyidi, Vanessa membenarkan bahwa perempuan yang ada di foto tersebut memang dirinya. Foto itu diambil secara diam-diam oleh temannya saat sedang mandi bersama. Lantaran hal itu, Vanessa langsung curiga bahwa dirinya sengaja dijebak oleh rekan perempuan sesama artis tersebut.

Kemudian Vanessa resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi online  pada (16/1) oleh Polda Jatim setelah memeriksa rekam jejak digital dari mucikari Siska. Vanessa blak-blakan mengenai perasaannya usai resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi online. Dia mengaku sangat tertekan. Dari rekam jejak itu, polisi menemukan foto serta video porno Vanessa.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan tersangka Vanessa cukup sering berkomunikasi dengan mucikari. Malah, Vanessa disebut sebagai pihak yang minta dicarikan lelaki hidung belang.

Berdasarkan pemeriksaan data digital forensik, penyidik juga mengungkap motif Vanessa terjun ke dalam bisnis syahwat. Dia bilang, Vanessa minta dicarikan ‘pekerjaan’ karena ingin melunasi utang-utangnya.

Melalui rangkaian proses penahanan artis yang terlibat kasus penyebaran foto dan video asusila ini, diketahui Vanessa ditahan karena terbukti aktif memberikan konten tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan pihaknya sudah menerbitkan surat perintah penahanan terhadap yang bersangkutan.

“Terhitung 30 Januari 2019 VA yang kita panggil hari ini sebagai tersangka resmi dilakukan penahanan,” ungkapnya di Mapolda Jatim, Rabu (30/1).

Berdasarkan penuturannya, Vanessa disangkakan pasal 27 Ayat 1 UU ite dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Pihaknya menyebut penahanan ini segera dilakukan karena ada kekhawatiran terkait penghilangan barang bukti, melarikan diri, atau mengulangi perbuatannya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.