Jumat, 30 Oktober 20

Unsoed Luncurkan Beras Protein Tinggi

Unsoed Luncurkan Beras Protein Tinggi
* Padi protein tinggi Unsoed yang dipanen di Desa Dawuhan, penuh terisi meski kekurangan air.

Walaupun kekurangan air serta terganggu serangan hama wereng dan penyakit gosong palsu, namun saat panen pada Jumat 18 September 2020, produktivitas Padi Protein Tinggi lebih tinggi dari varietas padi yang selama ini ditanam oleh petani setempat.

Petani yang merupakan pelaku utama penyediaan pangan suatu bangsa tak semestinya selalu mendapatkan harga jual hasil pertanian yang rendah, yang seringkali tak sepadan dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

“Apalagi, pada musim pandemi ini, kebutuhan pangan khususnya beras menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dan lebih utama lagi daya tahan masyarakat dalam menghadapi potensi penularan Covid-19,” ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi pemaparan Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Berbasis Riset Dyah Susanti,SP.MP.

Pelatihan dan Pendampingan Petani
Dyah memaparkan bahwa pemilihan varietas padi yang mampu menghasilkan beras dengan kualitas dan nilai jual yang tinggi, menjadi solusi dalam menyiasati harga rendah gabah padi-padi pada umumnya. Padi khusus, yang memiliki karakteristik tertentu baik dari aspek rasa, warna, aroma, maupun tekstur nasinya memberikan peluang pasar dengan segmentasi khusus juga dengan harga tinggi.

Unsoed melalui perakitan varietas unggul padi dan program Teaching Industry, menginisiasi pengembangan produk beras khusus sekaligus menjadi wahana edukasi bagi mahasiswa dan menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Khususnya petani melalui penerapan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi,” papar Dyah.

Pembinaan yang dilaksanakan oleh Tim Program PKM Berbasis Riset Unsoed yang terdiri dari Dyah Susanti, S.P., M.P, Prof.Ir.Totok Agung,DH.,MP.,PhD. dan Rifah Ediati,STP., MP. bagi Kelompok Tani Karya Utama 1 Desa Dawuhan Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga telah dimulai sejak tahun 2019 untuk menjawab kebutuhan kelompok tani yang bertekad menjadi sentra produksi padi beras khusus yang memiliki nilai jual tinggi. “Tetapi masih terbatas dalam penguasaan teknologi yang mendukung harapan tersebut,” jelas Dyah.

Dosen Fakultas Pertanian Unsoed ini mengatakan, pembinaan teknologi diawali dari pengenalan varietas, utamanya Padi Protein Tinggi Unsoed yang telah mendapat penghargaan sebagai 109 Inovasi Prospektif Indonesia tahun 2017 dan beberapa padi yang bisa menghasilkan beras khusus di antaranya beras japonica, beras merah, dan beras basmati juga padi gogo aromatik Inpago Unsoed 1 yang telah dikenal menghasilkan beras yang memiliki kualitas hasil tinggi. “Yakni, nasinya bertekstur pulen, enak, dan beraroma wangi pandan yang lembut,” jelasnya.

Pelatihan budidaya dari demplot selanjutnya berkembang pada produksi di lahan-lahan petani dengan pelatihan dan pendampingan teknik produksi melalui teknik budidaya, serta teknologi pascapanen yang dapat mendukung kualitas hasil yang tinggi.

Menurut Dyah, pelatihan pemrosesan dan pengemasan juga telah dilakukan, termasuk pengemasan secara vakum, untuk meningkatkan daya simpan dan nilai tambah pada produk beras khusus yang dihasilkan. Pelatihan ini telah dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2020 di Rice Mile Unit (RMU) Teaching Industry Unsoed dengan menerapkan protokol kesehatan karena dilaksanakan pada masa pandemi.

Pemateri pelatihan dari Unsoed tersebut terdiri dari Pemulia Padi Protein Tinggi, Pengelola RMU Teaching Industry Unsoed dan Pimpinan Kemasku Packaging. “Kemudian hasil panen petani selama pembinaannya dan pendampingan teknologi ini, ditampung oleh Teaching Industry Unsoed untuk selanjutnya diproses, dikemas, dan dipasarkan ke barbagai daerah,” tandas Dyah.

Selama dua musim tanam pada tahun ini, anggota Kelompok Tani Karya Utama 1 telah menanam padi protein tinggi dan padi-padi penghasil beras khusus lainnya secara intensif dan mampu memasok ke Teaching Industry Unsoed yang memproses lebih lanjut dan memasarkan beras-beras khusus tersebut dengan cara brand TOTOGI, yang merupakan akronim dari nama para pemulia Padi Unsoed, yaitu Rektor Unsoed Prof.Dr.Ir.Suwarto,MS. (TO), Prof.Ir.Totok Agung,DH.,MP.,PhD., (TO), dan Dr.Ir.Suprayogi,MSc. (GI).

Panen Padi Protein Tinggi
Einstein mengatakan pada hari Jumat 18 September 2020, dihadiri Ketua Gapoktan Desa Dawuhan Suherman, Ketua Kelompok Karya Utama 1 Sarijan beserta anggota Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Padamara Puspitaningrum,SP., dan Abdul Kholiq, serta Direktur Produksi dan Kemitraan Teaching Industry Unsoed Muh.Munawar SP.,MP. dan Ketua Tim PKM Berbasis Riset Dyah Susanti, S.P., M.P. telah dilaksanakan panen bersama Padi Protein Tinggi di lahan Madyarjo (salah satu anggota kelompok tani).

Hasil Panen Tinggi
Dyah mengatakan walaupun pada musim tanam ini kondisi lahan kekurangan air serta terganggu oleh adanya serangan hama wereng dan penyakit gosong palsu, namun produktivitas “Padi Protein Tinggi” yang diperoleh dari hasil ubinan 7,2 ton/Ha, lebih tinggi dari kisaran produktivitas varietas padi yang selama ini ditanam oleh petani setempat yakni produktivitas di lahan petani menggunakan varietas padi lainnya rata-rata hanya sekitar 5 ton per hektar pada musim ini.

Hal tersebut menjadikan Kelompok Tani Karya Utama 1 semakin mantap mengembangkan padi-padi yang menghasilkan beras khusus seperti Beras Protein Tinggi bekerja sama dengan _Teaching Industry_ Unsoed, karena selain hasil panen lebih tinggi daripada varietas lainnya, juga mendapatkan jaminan pembelian dan peningkatan pendapatan karena harga jual gabah padi-padi ini lebih tinggi, kata Dyah.

Ia pun berharap antusiasme kelompok tani Karya Utama 1 untuk terus memproduksi Padi Protein Tinggi ini secara berkelanjutan, merupakan harapan Program PKM Berbasis Riset untuk menginisiasi terbentuknya agroindustri beras khusus berbasis Padi Protein Tinggi yang bersinergi dengan swasta dan perguruan tinggi.

Dyah menerangkan, bekerja sama dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Padamara yang dikoordinasi oleh Endang Fajarini,SP., desa-desa di sekitar Dawuhan yang masuk dalam wilayah binaan BPP bahkan telah mengikuti sukses kelompok tani Karya Utama 1, menanam padi varietas unggul yang dihasilkan Unsoed bermitra dengan _Teaching Industry_ Unsoed.

Kesungguhan Gabungan Kelompok Tani, Kelompok Tani, serta BPP, memberi harapan Desa Dawuhan menjadi sentra produksi Padi Protein Tinggi yang mampu mendukung pengembangan agroindustri secara berkelanjutan dan yang lebih utama mampu mengantar pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Agar kisah klasik petani sebagai objek penanggung inflasi yang setiap saat terjadi, tak berulang lagi,” kata Dyah. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.