Kamis, 21 November 19

Ubah Nasib Jadi Lebih Baik Melalui Pelatihan Pembuatan Kawat Bronjong  

Ubah Nasib Jadi Lebih Baik Melalui Pelatihan Pembuatan Kawat Bronjong  
* Abdul Muis petani jagung dan kakao di Desa Pintu Rime, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang mengikuti pelatihan lifeskill pembuatan kawat bronjong yang digagas oleh Direktorat Pemberdayaan Alternatif Badan Narkotika Nasional (BNN) di Gayo Lues.  (Foto: BNN)

Gayo Lues, Obsessionnews.com – Sosok pria kurus dan berkulit gelap itu tampak serius menggulung kawat putih yang ada di tangannya.  Ia terus memelototi gulungan kawat seolah tak ingin ada kesalahan sekecil apa pun.  Pria yang tidak sempat menamatkan SD  itu bernama Abdul Muis. Usianya 43 tahun.

Sehari-harinya, Abdul, begitu panggilan akrabnya, bekerja sebagai petani jagung dan kakao di Desa Pintu Rime, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Ini adalah kali pertama ia mengikuti pelatihan lifeskill pembuatan kawat bronjong yang digagas oleh Direktorat Pemberdayaan Alternatif Badan Narkotika Nasional (BNN).  Kawat bronjong umum digunakan di desa untuk mencegah erosi, mengusir hama atau sebagai pagar pelindung tanaman. Pelatihan yang dilaksanakan pada 15-17 Oktober 2019 ini diikuti oleh 48 orang yang berasal dari 6 kecamatan di Gayo Lues.

 

Baca juga:

Cegah Narkoba, BNN Ajak Masyarakat Manfaatkan Media

BNN Amankan 20 Kg Sabu dari Oknum Sipir Lapas Kelas II B Langsa

BNN Gelar ‘Induction Training’ untuk Tingkatkan Kinerja Pegawai

 

Abdul antusias mengikuti pelatihan. Ia bersama seorang temannya rela menempuh jarak 50 kilometer pulang-pergi dari rumah menuju ke lokasi pelatihan dengan menggunakan sepeda motor, atau biasa ia sebut kereta.

Dia berharap pelatihan yang diikutinya ini dapat menambah sumber penghasilannya kelak, demi masa depan anak-anaknya yang lebih baik. Penghasilannya sebagai seorang petani saat ini dirasakannya kurang. Bila musim petik kakao bagus, paling banter ia hanya mendapatkan Rp 1 juta tiap bulannya.  Namun, bila kakao banyak dimakan monyet atau cuaca sedang kurang bersahabat, maka ia mesti siap menerima uang kurang dari satu juta.  Uang yang diperoleh ia gunakan untuk menghidupi istri dan tiga anaknya.  Dua diantaranya duduk di bangku SD dan SMA, sedangkan satunya  masih balita.

 

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.