Selasa, 29 September 20

Trump Larang TikTok untuk Atasi Ancaman Aplikasi China

Trump Larang TikTok untuk Atasi Ancaman Aplikasi China
* Trump Larang TikTok untuk Atasi Ancaman Aplikasi China.

Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk melarang transaksi dengan perusahaan induk TikTok, ByteDance.

Perintah eksekutif itu mengatakan AS “harus mengambil tindakan agresif terhadap pemilik TikTok untuk melindungi keamanan nasional kami”.

Berdasarkan perintah tersebut, dimulai dalam 45 hari ke depan, setiap transaksi AS dengan ByteDance akan dilarang.

TikTok membantah tuduhan dikendalikan oleh atau membagikan data dengan pemerintah China.

Pada Kamis (6/8) malam, Trump juga melakukan tindakan serupa untuk melarang WeChat, sebuah aplikasi milik raksasa teknologi Tencent yang berbasis di China.

Aplikasi video pendek asal China, TikTok, memicu kontroversi karena masalah keamanan. Beberapa negara bahkan sudah melarang penggunaan aplikasi buatan ByteDance tersebut.

Baru-baru ini, isu mengenai bocornya data pengguna TikTok kepada Partai Komunis China mulai menyeruak. Khususnya setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengeluarkan perintah larangan penggunaan TikTok setelah 45 hari.

Pada Kamis (6/8), Trump juga telah menandatangani perintah eksekutif yang mengharuskan TikTok keluar jika tidak berhasil dibeli oleh perusahaan AS per 15 September 2020.

Selain AS, terdapat beberapa negara lain yang telah dan akan memblokir TikTok karena masalah keamanan, di antaranya adalah India, Australia, dan Jepang.

Melihat situasi tersebut, Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata (KIPS) Kementerian Luar Negeri, Grata Endah Werdaningtyas mengatakan Indonesia terus mengikuti secara seksama kebijakan negara lain terkait penutupan TikTok.

“Namun demikian, Indonesia tidak akan secara serta merta melakukan tindakan serupa karena negara lain melakukan,” ujarnya dalam briefing media secara virtual pada Jumat (7/8).

Alih-alih, ia mengatakan, pemerintah akan mendorong agar penyelenggara sistem elektronik dan aplikasi sosial media yang beroperasi di Indonesia terus menaati dan mengikuti peraturan perundang-undangan.

“Pemerintah juga akan terus melakukan pengawasan dan meminta komitmen penyelenggaraan aplikasi sosial media, dalam hal keamanan konten dan penggunaan data di Indonesia,” jelas Grata.

“Selama tidak terbukti adanya pelanggaran hukum dan UU di Indonesia, aplikasi sosial media TikTok akan tetap beroperasi di Indonesia,” tekannya. (*/BBC News)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.