Kamis, 23 September 21

Tiga Institusi di Indonesia Masuk 100 Besar Terbaik Asia

Tiga Institusi di Indonesia Masuk 100 Besar Terbaik Asia
* Kampus Unpad

Bandung, Obsessionnews – Berdasarkan perankingan yang dilakukan oleh Research Papers in Economics (RePEc), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) mencatatkan 2 lembaga di bawah naungannya masuk dalam 100 Besar Institusi di Asia. Dalam daftar 100 Besar tersebut, hanya ada 3 institusi dari Indonesia.

Pada IDEAS ranking edisi Mei 2015 yang disusun berdasarkan data RePEc, Fakultas Ekonomi Unpad berada di peringkat 77 di Asia. Selain itu, ada juga Center for Economics and Development Studies (CEDS) FEB Unpad yang menempati peringkat 98. Satu lembaga asal Indonesia lainnya yang masuk peringkat 100 Besar adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang berada di peringkat 90.

Selain Unpad dan UI, institusi penelitian lain yang masuk peringkat di Asia adalah SMERU Research Insitute (Jakarta) di peringkat 108 dan Economic Research Insitute for ASEAN and East Asia (ERIA) di peringkat 115. RePEc/IDEAS rangking disusun setiap bulan berdasarkan aktivitas peneliti, institusi penelitian, bibliographic dan hasil penelitian yang dikutip.

“Ini menunjukkan bahwa Unpad, terutama dari segi publikasi ilmiah, Ilmu Ekonomi nya itu cukup terkemuka di Indonesia,” tutur dosen dan peneliti FEB Unpad, Dr. Arief Anshory Yusuf, SE, M.Sc. di kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur Bandung, Selasa (30/6).

Kampus UI
Kampus UI

RePEc sendiri merupakan database penelitian di Bidang Ilmu Ekonomi yang mencakup artikel penelitian, peneliti/penulis, dan institusi. Hingga saat ini, tercatat setidaknya ada 1,7 juta artikel penelitian dari 45 ribu peneliti dari 84 negara yang masuk dalam database ini. Artikel penelitian terdiri dari working papers, journal articles, software components, chapters, dan, books. Di Indonesia sendiri, ada 104 institusi yang terdaftar di RePEc. Staf peneliti FEB Unpad yang tercatat disana adalah berjumlah 42 orang, dengan ratusan working papers dan journal articles.

Menurut Arief, prestasi tersebut bukan hanya menunjukkan bahwa FEB Unpad sudah banyak mempublikasikan hasil penelitian secara internasional, tetapi juga menunjukkan kualitas, karena penilaian juga dilakukan berdasarkan jumlah peneliti lain yang mengutip hasil penelitian tersebut.

“Publikasinya dilihat, berapa banyak dan berapa impact-nya. Impact itu berapa banyak dikutip sama orang. Jadi sitasi,” jelas Direktur Center for Economics and Development Studies (CEDS) Unpad ini.

Bukan hanya ranking berdasarkan institusi penelitian, setidaknya tiga peneliti dari Unpad masuk dalam 25% Top Authors in Indonesia. Mereka adalah Arief Anshory di posisi ke-5, Armida Alisjahbana di posisi ke-12, dan Arief Ramayandi di posisi ke-16. Arief Anshory sendiri berada di posisi 146 untuk author di Asia.

“Saya mengharapkan kita bisa lebih baik lagi. Caranya, publikasi saja sebanyak-banyaknya. Dan juga saya harapkan juga, fakultas-fakultas lain itu mempunyai sistem yang mirip. Karena kita bisa seperti ini salah satunya karena kita punya working papers dari yang sudah lama, yang terintegerasi sejak tahun 2000-an,” ujar Arief. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.