Rabu, 25 Mei 22

Tersinggung, Presiden China Ngamuk ke Jepang!

Tersinggung, Presiden China Ngamuk ke Jepang!
* Ilustrasi China vs Jepang. (Foto: qualityinspection.org)

Akibat tersinggung, Pemerintah China pada Rabu (1/12/2021) malam memanggil duta besar Jepang untuk negara itu, Hideo Tarumi. Hal ini untuk menjelaskan pernyataan kontroversial mantan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, terkait Taiwan.

Mengutip AFP, Abe sebelumnya menyebut bahwa Jepang maupun Amerika Serikat (AS) tidak dapat berdiam diri jika China menyerang Taiwan. Ini ditanggapi Beijing sebagai bagian dari memerdekakan Taiwan, yang diklaim merupakan bagian integral dari kedaulatan China.

“Komentar Abe secara terbuka menantang kedaulatan China dan memberikan dukungan berani kepada pasukan kemerdekaan Taiwan,” tegas Hua Chunying, Asisten Menteri Luar Negeri China, dikutip Kamis (2/12/2021).

Pemerintah Jepang menanggapi pemanggilan ini dengan dingin. Kepala sekretaris kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan bahwa China tidak seharusnya mengomentari pernyataan yang dibuat oleh individu yang tidak lagi berada dalam pemerintahan.

“Duta Besar Tarumi mengatakan … perlu bagi China untuk memahami bahwa ada orang di Jepang yang memiliki pendapat seperti itu dan Jepang tidak dapat menerima pandangan sepihak China tentang masalah seperti itu,” kata Matsuno.

Abe, yang mengundurkan diri sebagai perdana menteri tahun lalu, adalah kepala faksi terbesar Partai Demokrat Liberal yang berkuasa. Hingga saat ini, ia diketahui tetap berpengaruh di dalam partai itu.

Sementara itu, China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya sendiri. Klaim ini makin dipertegas setelah Tsai Ing-Wen berkuasa sebagai Presiden Taiwan. Tsai sendiri memiliki sikap yang berlawanan dengan apa yang diinginkan China.

Ketegangan antara keduanya saat ini diketahui sedang meruncing. Pasalnya, baru-baru ini Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLA mengirimkan ratusan jet tempurnya untuk memasuki zona pertahanan udara pulau itu.

Sebelunya, China kembali menerjunkan armada tempurnya untuk terbang memasuki wilayah udara Taiwan. Tak tanggung-tanggung, kali ini Beijing bahkan menugaskan pesawat nuklir dalam penerbangan itu.

Mengutip Reuters, Taipei mengatakan bahwa dalam penerbangan ini terdapat 18 jet tempur ditambah lima pembom H-6 berkemampuan nuklir. Selain itu, ada juga pesawat pengisian bahan bakar udara Y-20. Total keseluruhan terdapat sebanyak 27 armada.

“Pembom dan enam pesawat tempur terbang ke selatan Taiwan ke Selat Bashi yang memisahkan pulau dari Filipina, kemudian keluar ke Pasifik sebelum kembali ke China,” tulis keterangan pemetaan resmi Taiwan dikutip Senin, (29/11/2021).

Tidak ada komentar langsung dari China. Meski begitu, media pemerintah China melaporkan bahwa Presiden Xi Jinping telah mengadakan pertemuan tiga hari yang berakhir pada hari Minggu dengan para pejabat tinggi negara itu untuk membahas perkuatan angkatan bersenjata.

“Penting untuk melakukan upaya besar untuk memperkuat literasi sains dan teknologi dan meningkatkan kemampuan aktual untuk memenangkan perang modern,” kata kantor berita resmi Xinhua mengutip Xi. (CNBC/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.