Rabu, 20 Oktober 21

Terlalu Sering Gunakan Gadget Berefek Buruk bagi Jari Tangan

Terlalu Sering Gunakan Gadget Berefek Buruk bagi Jari Tangan
* Terlalu sering menggunakan gadget berefek buruk bagi jari tangan. (Foto: ist)

Jakarta, obsessionnews.com – Sejak banyak perusahaan menerapkan bekerja jarak jauh (remote working), kita jadi banyak berkomunikasi menggunakan gadget, baik smartphone maupun komputer. Ternyata terlalu sering menggunakan gadget berefek buruk bagi jari tangan Anda. Selain mengakibatkan gangguan sendi dan tulang pada jari, penggunaan gawai berlebihan pun bisa berisiko pada gangguan ‘trigger finger’, yakni kondisi jari tangan yang tiba-tiba terkunci dan kaku.

Baca juga:

Tiga Tips Mencegah Anak Agar Tidak Kecanduan Gadget

Peran Gadget untuk Dunia Anak

Kondisi ini berisiko dialami oleh individu yang bekerja atau memiliki hobi yang membutuhkan gerakan mencengkram berulang kali. Selain penggunaan keyboard  komputer yang berlebihan, trigger finger juga rawan terjadi pada profesi yang mengandalkan tangan dan jari yang bekerja ekstra keras, seperti penulis, gitaris, pemanjat tebing, dokter gigi, penjahit, dan petani. Orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti pengidap rheumatoid arthritis, diabetes, hipotiroidisme, amiloidosis, dan infeksi tertentu, seperti tuberculosis juga berisiko lebih besar terkena trigger finger.

Ini merupakan sebuah kondisi jari-jari tangan yang tiba-tiba terkunci dalam posisi membungkuk disertai rasa sakit. Kondisi tersebut mempengaruhi lapisan jaringan di sekitar jari tangan yang disebut tendon, jaringan serat yang tebal yang berhubungan dengan otot kerangka. Adanya peradangan menyebabkan tendon tidak bisa bergerak leluasa, sehingga jari tangan terkunci dalam satu tempat. Trigger finger bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan mereka yang berusia di atas 40 tahun akan lebih rentan.

Karena terlihat sepele dan ringan, tak jarang jika banyak yang mengabaikan keluhan awal, seperti jari tangan yang terasa pegal dan linu. Namun, kita harus waspadai apabila keluhan berlanjut. Gejala yang terjadi antara lain kakunya jari-jari, terutama pada pagi hari. Kemudian tak menutup kemungkinan berlanjut pada gejala lain, seperti terasa sensasi berbeda saat jari digerakkan, terasa perih atau adanya benjolan dan jari  tiba-tiba terkunci dalam posisi membungkuk. Jika terjadi tanda-tanda tersebut di atas, maka harus diwaspadai.

Apabila di tengah pekerjaan terasa gejala seperti itu, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu, istirahatkan dan lemaskan jari-jari tangan beberapa saat sebelum kembali bekerja. Untuk kondisi yang belum parah, pengobatan memang masih bisa kita lakukan sendiri dan kita bisa meluruskan kembali jari secara perlahan-lahan sampai kondisi dalam keadaan lurus kembali.

Kita pun bisa melakukan pemijatan ringan pada bagian jari yang terasa pegal sampai terasa membaik atau bisa merendam jari-jari tersebut ke dalam air hangat untuk mengurangi rasa pegal dan linu yang berkepanjangan. Demi mengurangi atau menghindari gejala trigger finger, sebaiknya dimulai dari meminimalkan penggunaan gadget.

Salah satu cara untuk meredakannya adalah mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen atau naproxen. Obat-obatan ini hanya berfungsi untuk  menghilangkan rasa sakit, tapi tidak bisa meredakan pembengkakan yang membatasi selubung tendon atau menjebak tendon.

Untuk sakit berlanjut atau jari-jari yang terkunci tersebut tidak dapat ditangani sendiri, apalagi jika disertai demam, sebaiknya segera menghubungi dokter. (Suci Yulianita, dari berbagai sumber)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.