Jumat, 3 Februari 23

Terima Kunjungan Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Menteri ATR/BPN Ungkap Strategi untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim

Terima Kunjungan Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Menteri ATR/BPN Ungkap Strategi untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
* Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil bersama Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Desmond Lee. (Foto: Humas Kemen ATR/BPN)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil menerima kunjungan Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Desmond Lee di Ruang Rapat Menteri, Kementerian ATR/BPN pada Selasa (22/03/2022). Dalam pertemuan ini, kedua pihak saling bercerita tentang pembangunan di negaranya. Tidak sebatas itu saja, keduanya juga sangat peduli terhadap isu perubahan iklim.

Menteri ATR/Kepala BPN menerangkan terkait tantangan dan strategi untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Naiknya muka air laut tak hanya dialami oleh negara Indonesia, namun juga tengah menjadi fokus dari Singapura. Sofyan A. Djalil menjelaskan bahwa saat ini ia tengah memimpin program penyelamatan dan pembenahan Kawasan Perkotaan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Puncak-Cianjur (Jabodetabek-Punjur).

“Bagaimana kita berkoordinasi bersama dalam program ini. Daerah Puncak itu merupakan daerah hulu, sekaligus menjadi tempat wisata yang cukup populer bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Karena Puncak ini adalah salah satu area hijau yang teramat penting, kita ingin melindungi hal ini,” terang Sofyan A. Djalil dikutip Obsessionnews.com Rabu (23/3).

Dalam kesempatan ini, Sofyan A. Djalil juga bicara terkait isu pertanahan di Indonesia. Ia menjelaskan, bahwa Badan Pertanahan Nasional dengan Direktorat Jenderal Tata Ruang yang sebelumnya bernaung di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, bergabung menjadi Kementerian ATR/BPN pada tahun 2016. “Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang ingin mendorong pertanahan dan tata ruang yang lebih baik,” ujar Sofyan A. Djalil.

Dalam hal pertanahan, Sofyan A. Djalil mengungkapkan, Kementerian ATR/BPN tengah menfokuskan pada percepatan pendaftaran tanah untuk seluruh Indonesia melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang juga menjadi Program Strategis Nasional (PSN). “Saat ini kami telah mendaftarkan tanah dengan total kurang lebih 94 juta bidang tanah,” jelasnya.

Menanggapi isu perubahan iklim, Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Desmond Lee menyebut bahwa Singapura juga tengah melakukan beberapa program dengan misi membangun keberlanjutan dan kemampuan untuk bangkit, terlebih karena hantaman pandemi Covid-19. “Kami juga turut melakukan banyak hal untuk membangun pasca Covid-19. Dalam penataan serta perencanaan ruang dan kota, pertanian, dan lain-lain,” jelas Desmond Lee.

Lebih lanjut Desmond Lee menyampaikan, dampak perubahan iklim menjadi salah satu hal yang menjadi fokus di Singapura. “Kami melakukan mitigasi terkait topik perubahan iklim, seperti naiknya permukaan air laut, erosi, dan abrasi. Bahkan kami mencanangkan target nol emisi pada tahun 2050. Mulai dari menanam pohon lebih banyak hingga mencanangkan konsep bangunan hijau,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto; Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Dony Erwan; Direktur Perencanaan Tata Ruang Nasional, Pelopor; dan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.