Minggu, 22 September 19

Sunarso Diangkat Menjadi Direktur Utama Bank BRI

Sunarso Diangkat Menjadi Direktur Utama Bank BRI
* Direktur Utama Bank BRI Sunarso. (Foto: BRI

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank BRI yang digelar di Jakarta (02/09) menyetujui penunjukan Sunarso sebagai Direktur Utama, menggantikan Suprajarto. Selain itu, juga ditetapkan pengurus baru yaitu Catur Budi Harto, Herdy Rosady Harman, Agus Sudiarto, Agus Noorsanto dan Azizatun Azhimah sebagai Direksi Bank BRI serta Loeke Larasati Agoestina sebagai Komisaris Bank BRI. Pada saat yang sama, RUPSLB 2019 juga memberhentikan dengan hormat Sis Apik Wijayanto, Osbal Saragi Rumahorbo, R.Sophia Alizsa dan Mohammad Irfan sebagai Direksi Bank BRI. Atas perubahan tersebut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank BRI menjadi, sebagai berikut:

 

Dewan Komisaris

Komisaris Utama/Komisaris IndependenAndrinof A. Chaniago
Wakil Komisaris UtamaWahyu Kuncoro
Komisaris IndependenA. Fuad Rahmany
Komisaris IndependenHendrikus Ivo
Komisaris IndependenA. Sonny Keraf
Komisaris IndependenRofikoh Rokhim
KomisarisHadiyanto
KomisarisNicolaus Teguh Budi Harjanto
KomisarisLoeke Larasati Agoestina*

​​​​​​​

Direksi

 

Direktur UtamaSunarso*
Wakil Direktiur UtamaCatur Budi Harto*
Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan MenengahPriyastomo
Direktur Bisnis MikroSupari
Direktur KonsumerHandayani
Direktur Jaringan dan LayananAhmad Solichin Lutfiyanto
Direktur KeuanganHaru Koesmahargyo
Direktur Digital, Teknologi Informasi dan OperasiIndra Utoyo
Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMNAgus Noorsanto*
Direktur Human CapitalHerdy Rosadi Harman*
Direktur Manajemen RisikoAgus Sudiarto*
Direktur KepatuhanAzizatun Azhimah*

​​​​​​​

*efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK​​​​​​​

 

Selain menyetujui perubahan pengurus perseroan, dalam RUPSLB juga dibahas kinerja keuangan BRI hingga akhir Semester I Tahun 2019.  Secara konsolidasi, kinerja BRI tumbuh positif secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari sisi profitabilitas, dimana laba bersih Bank BRI tercatat sebesar Rp16,16 triliun atau tumbuh 8,2% yoy. Pencapaian ini didukung oleh penerapan strategi bisnis bank yang konsisten, terlihat dari pertumbuhan kredit dan kualitas kredit yang baik, pertumbuhan alternative income seperti fee based income, recovery dan efisiensi biaya yang cukup terjaga, baik dari sisi biaya operasional maupun biaya pencadangan kredit.

Dalam RUPSLB tersebut juga disetujui Pengkinian  Rencana  Aksi  (Recovery  Plan)  yang memuat perubahan  trigger level, Opsi Pemulihan (Recovery Options), dan/atau pemenuhan kecukupan  dan  kelayakan  instrumen utang  atau  investasi  yang  memiliki  karakteristik modal yang dimiliki. Pada tahun 2018, Perseroan telah melakukan evaluasi dan pengkinian terhadap Rencana Aksi (Recovery Plan) Perseroan sebagai tindak lanjut pemenuhan kewajiban sesuai POJK Recana Aksi (Recovery Plan). Salah satu aspek yang dikinikan dalam Rencana Aksi (Recovery Plan) adalah terkait dengan perubahan indikator / trigger level Permodalan (CAR).

Perubahan trigger level Permodalan (CAR) Perseroan yaitu dari sebelumnya 13,125% s/d kurang dari 14% menjadi 14,75% s/d kurang dari 15,5%. Perubahan tersebut sejalan dengan perubahan Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) Perseroan yang berlaku pada tahun 2019 sesuai dengan POJK Nomor 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.​​​​​​​ (bri)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.