Senin, 9 Desember 19

Sri Ungkap Strategi Pemerintah Siapkan SDM Hadapi Revolusi Industri 4.0

Sri Ungkap Strategi Pemerintah Siapkan SDM Hadapi Revolusi Industri 4.0
* Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Kemenkeu)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia menghadapi Revolusi Industri 4.0, pemerintah  membuat strategi berupa program pengentasan stunting (gagal tumbuh atau kurang gizi) bersama kementerian dan pemerintah daerah (pemda).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, apabila kita ingin menyiapkan tenaga kerja kita tidak hanya untuk revolusi industri 4.0, tapi juga ingin mendapatkan tenaga kerja sehat, produktif, dan cerdas. Maka investasinya harus mulai usia dini. Bahkan pada saat ibu sedang hamil atau akan melahirkan itu adalah fokus.

 

Baca juga:

Kemitraan Indonesia-India Perkuat Eksistensi UMKM Hadapi Revolusi Industri 4.0

Ridwan Hisjam Gencar Sosialisasikan Revolusi Industri 4.0 ke Para Pemuda

Kemenkop: Banyak Peluang Anak Muda di Era Revolusi Industri 4.0

 

“Di sinilah pemerintah telah membuat program untuk melawan stunting bersama-sama antar kementerian dan juga dengan pemerintah daerah,” kata Sri dalam Seminar dan Dialog Nasional dengan tema “Penyiapan Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi Revolusi Industri ke-4: Kesiapan Tenaga Kerja Indonesia” di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Sri menjelaskan dari sisi sistem pendidikan pemerintah memberikan perhatian khusus bagi pendidikan usia dini. Karena pada masa tersebut merupakan usia emas bagi perkembangan otak manusia sebagai prasyarat untuk dapat mengikuti pendidikan-pendidikan selanjutnya.

“Kalau kita bicara tentang sistem pendidikan, maka Indonesia telah membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan amanat konstitusi, 20% untuk pendidikan. Nilainya untuk tahun 2019 sekitar Rp495 triliun. Persoalan kita adalah bagaimana menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kapasitas,” tandasnya.

 

Baca juga:

FOTO Sri Mulyani Kunjungi Ruang Kerja Pegawai Kemenkeu

Realitas di Balik Penghargaan Menteri Keuangan Terbaik untuk Sri Mulyani dari Majalah The Banker

Sri Mulyani Dinobatkan Sebagai Finance Minister of the Year 2019

Refleksi Akhir Tahun Sri Mulyani

 

Selain itu Sri juga menekankan masalah distribusi dan kualitas pengajar, proses belajar-mengajar melalui teknologi, serta isi dari pendidikan itu sendiri.

Menurutnya, rasio jumlah guru terhadap murid sekitar di bawah 18 itu sudah sebanding dengan negara-negara maju. Namun, distribusi guru dan kualitas guru menjadi tantangan.

It’s all about quality. Sertifikasi guru perlu difokuskan. Kalau kita bicara tentang proses belajar-mengajar, teknologi menjadi penting, misalnya melalui konektivitas sampai daerah-daerah terpencil. Dari sisi content, belajar dari Vietnam, Indonesia perlu membuat kurikulum yang lebih sederhana, berfokus pada membaca, matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sehingga anak-anak bebannya lebih kurang, tapi dia fokus pada apa-apa yang penting bagi mereka untuk bisa menghadapi dunia yang sangat cepat,” tuturnya.

Lebih lanjut untuk mendukung kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0, kebijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara spesifik dilakukan melalui beberapa kebijakan fiskal. Contohnya antara lain alokasi dana pada program Program Keluarga Harapan (PKH), beasiswa Bidik Misi untuk memberikan kesempatan bagi anak usia sekolah terutama dari keluarga miskin, riset diberikan deduction (pengurangan pajak) dan perusahaan yang memberikan pelatihan SDM diberikan double deduction (pengurangan pajak ganda).

Selain itu Kemenkeu juga memberikan insentif perpajakan seperti tax holiday dan tax allowance bagi sektor-sektor industri yang sangat dibutuhkan Indonesia, misalnya industri e-commerce dan digital. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.