Minggu, 4 Desember 22

Sri Mulyani Ungkapkan Perekonomian Indonesia hingga Q2 2022 Masih Tunjukkan Tren Positif

Sri Mulyani Ungkapkan Perekonomian Indonesia hingga Q2 2022 Masih Tunjukkan Tren Positif
* Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: FB Sri Mulyani Indrawati)

Obsessionnews.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kinerja perekonomian Indonesia hingga Q2 2022 masih menunjukkan tren positif. Sri menyampaikan hal itu dalam tulisannya di akun Facebooknya, Selasa (27/9/2022). Berikut ini postingan Sri selengkapnya:

Kinerja perekonomian Indonesia sampai dengan Q2 2022 masih menunjukkan tren positif, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,44%. Indikator dini ekonomi Indonesia hingga Agustus 2022 masih menunjukkan keberlanjutan tren pemulihan meskipun beberapa risiko tetap harus diwaspadai.

 

Baca juga:

Sri Mulyani: Kemenkeu Dukung Reformasi yang Dilakukan K/L

Sri Mulyani: Indonesia Semakin Baik Menuju Pemulihan

Sri Mulyani Tegaskan Pemerintah Terus Gunakan APBN untuk Lindungi Rakyat dari Guncangan Global

 

 

Ekspor pada bulan Agustus 2022 tercatat USD27,91 miliar (tertinggi dalam sejarah). Sedangkan, neraca perdagangan bulan Agustus melanjutkan surplus pada 28 bulan terakhir, sebesar USD5,76 miliar, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Secara kumulatif surplus neraca perdagangan mencapai USD34,92 miliar.

Optimisme konsumen kembali tinggi ditunjukkan oleh Indeks penjualan ritel masih terus tumbuh, sehingga konsumsi masyarakat diperkirakan masih cukup kuat di Q3 2022. Konsumsi listrik dari kegiatan bisnis dan industri, serta PMI manufaktur masih menunjukkan peningkatan.

Ini mendorong optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q3 2022 akan menguat dibandingkan Q2 2022. Dukungan kebijakan suku bunga oleh Bank Indonesia juga menjadi upaya untuk menurunkan ekspektasi inflasi ke depannya.

#APBNKiTa akan tetap dan terus dijaga. Pada Q3 dan Q4 2022, dukungan belanja APBN diharapkan semakin optimal, terutama melalui anggaran perlinsos, termasuk penyaluran bansos tambahan BLT BBM dan bantuan subsidi upah.

Dengan kinerja positif pendapatan hingga saat ini, pemerintah juga berupaya mengurangi defisit APBN 2022, sehingga realisasi defisit di akhir tahun diperkirakan jauh lebih rendah dari 4,50% PDB (Perpres 98/2022).

Inilah komitmen pemerintah dalam menggunakan APBN untuk terus melindungi masyarakat, perekonomian, dan sekaligus melindungi APBN agar Indonesia terjaga secara seimbang.

Dari Konferensi Pers #APBNKiTa Edisi September

Jakarta, 27 September 2022.

Pantauan obsessionnews.com postingan Sri ini disukai oleh 495 pengguna Facebook, mendapat 53 komentar, dan 58 kali dibagikan. Berikut komentar beberapa warganet:

Ariyanto P Hurudji: Subsidi hrs tepat sasaran bu biar kami yg di pelosok bisa nikmati juga, jgn cuma di kota doang. Apalagi tu BLT jauh panggang dari api…..

Milly Engkode: Salam sehat ibu yang hebat

 Pagi² kami diberi harapan dan optimisme tinggi. Terima kasih 

Kami bekerja untuk keluarga, ibu bekerja untuk negara, juga secara tidak langsung untuk keluarga kami juga. Lakukanlah yang terbaik demi keselamatan bangsa, sekalipun terkadang tidak populer di mata rakyat.

Cupi Kanigara: Saya tetap optimis dan percaya dgn upaya pemerintah dlm menjaga kestabilan ekonomi dan moneter…

Khalid Alkahfi: Rakyat kecil sekarang malah tambah susah buk, semua serba mahal. Tolong ibu pikirkan rakyat kecil, semakin menjerit. Di Sumatera nilai jual hasil pertanian tidak sebanding dgn naiknya harga kebutuhan pokok. 

(arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.