Senin, 17 Juni 19

Siapakah Sofyan Jacob, Eks Kapolda Metro Jaya yang Jadi Tersangka Makar?

Siapakah Sofyan Jacob, Eks Kapolda Metro Jaya yang Jadi Tersangka Makar?
* Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen (Purn) Sofyan Jacob. (Foto: Tempo)

Jakarta, Obsessionnews.com – Polda Metro Jaya resmi menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) atas nama tersangka Irjen (Purn) Sofyan Jacob. Mantan Kapolda Metro Jaya itu menjadi tersangka baru kasus dugaan makar. Bersamaan dengan itu, Sofyan hari ini dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh polisi.

“Dalam kasus makar. Kasus limpahan Bareskrim, sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tegas kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin (10/6/2019).

Lantas siapakah sebenarnya Sofyan Jacob?

Dalam buku ‘100 Tokoh Terkemuka Lampung, 100 Tahun Kebangkitan Nasional’ yang ditulis Heri Wardoyo dkk, dijelaskan bahwa Sofyan Jacob lahir di Tanjungkarang, Lampung, pada 31 Mei 1947. Sofyan Jacob merupakan alumni SMAN Tanjungkarang angkatan 1967 dan alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Kepolisian tahun 1970.

Jacob mengawali karier kepolisian sebagai Polisi Perairan dan Udara. Kemudian jabatan-jabatan Kapolres pun sempat dipegangnya, seperti Kapolres Tapanuli Selatan, Kapolres Asahan, Kapolres Simalungun, Kapolres Deli Serdang, dan Kapoltabes Medan.

Lantas, pada 2001, Sofyan menjabat Kapolda Metro Jaya. Saat itu dia menggantikan Inspektur Jenderal Mulyono Sulaeman. Diketahui, sebelumnya Sofyan menjabat Kapolda Sulawesi Selatan.

Namun jabatan Sofyan itu berumur pendek. Dilantik pada 8 Mei 2001, ia lantas berhenti menjabat pada 18 Desember 2001. Pada masa itu pula, dia pernah diduga melakukan insubordinasi atau pemberontakan terhadap perintah atasan.

Presiden Megawati Soekarnoputri saat itu mengeluarkan keputusan pensiun 64 perwira Polri. Sofyan adalah salah satu dari mereka. Sofyan merasa keputusan pensiun dini itu dirasa tak adil karena bertentangan dengan UU No 2/2002 yang menyebutkan bahwa anggota Polri pensiun pada umur 58 tahun.

Kekecewaan Sofyan ini mendorongnya untuk menggugat keputusan Megawati dan Kapolri Dai Bachtiar ke PTUN. Hasilnya, dia menang di tingkat banding, namun mencabut gugatannya karena dia ikhlas. Menurutnya, keputusan tersebut untuk kepentingan bersama.

Selain itu, pada 2011, Sofyan pernah terjerat kasus. Dia dilaporkan lantaran mengancam petugas satpam Perum Taman Resort Mediterania, Jakarta Utara, bernama Sugeng Joko Sabiran. Sofyan diduga mengancam menggunakan celurit dan senjata api (senpi).

Namun Sofyan menepis tuduhan itu. Dia mengaku sedang bermain pingpong dan tak tahu-menahu soal pengancaman tersebut. Kasus Sofyan ini pun tak pernah ada kabarnya lagi.

Pada 17 Oktober 2018, Sofyan Jacob mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lewat ormas Gerakan Relawan Rakyat Adil Makmur (Gerram). Sofyan bersama para purnawirawan Polri dan TNI masuk kubu pendukung Prabowo.

Otomatis setelah itu dia ikut dalam kegiatan kampanye Prabowo-Sandi. Salah satunya, pada 31 Maret 2019, dia ikut berpidato di Studio Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Lantas, pada 17 April 2019, dia juga berpidato bersama mantan Menko Polhukam Laksamana Tedjo Edy di Kertanegara 4, Kebayoran Baru. Bahkan pada 22 Mei 2019 dia sempat hadir dalam rapat internal di kediaman Prabowo itu.

(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.