Selasa, 7 Desember 21

Setelah Tetapkan 7 Tersangka, Polda Jabar Buru Pemilik Pinjol Ilegal

Setelah Tetapkan 7 Tersangka, Polda Jabar Buru Pemilik Pinjol Ilegal
* Ilustrasi Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal. (Foto: trenasia.com)

Bandung, obsessionnews.comUnit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat (Jabar) kembali menetapkan enam pegawai perusahaan jasa pinjaman online (pinjol) illegal sebagai tersangka pasca penggerebakan yang dilakukan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru-baru ini.

Sebelumnya Polda Jabar telah menetapkan satu orang tersangka. Dengan begitu, total tujuh pegawai perusahaan resmi menjadi tersangka dalam kasus pinjol ilegal yang menyebabkan korban depresi hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Jadi krimsus sudah menetapkan enam orang tersangka lainnya lagi selain dari kemarin yang sudah kita tetapkan satu orang,” ujar Wakil Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jabar, AKBP Roland Ronaldy di Mapolda Jabar, Bandung, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Tegas! Kapolri Perintahkan Jajarannya Berantas Pinjol Ilegal

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial GT, AZ, RS, MZ, EA, EM dan AB. Mereka memiliki posisi masing-masing seperti GT yang menjabat asisten manajer, AZ sebagai HRD, RS sebagai HRD, MZ sebagai IT support, EA team leader desk collection, EM sebagai team leader desk collection, dan AB sebagai desk collection atau debt collector online.

Roland menjelaskan peran masing-masing tersangka. Team leader bertugas mengawasi pelaksanaan penagihan utang pinjol. Kemudian, HRD bertugas untuk merekrut orang yang hendak bekerja, dan desk collection atau debt collector bertugas menagih utang ke nasabah.

“HRD merekrut (pegawai) di awal penyampaiannya itu yang bersangkutan diterima sebagai call center, bukan desk collector,” ungkap Roland.

Sedangkan asisten manajer bertanggung jawab mengelola perusahaan, sementara IT yang menyediakan seluruh kebutuhan IT untuk mendukung seluruh kegiatan penagihan.

“Penetapan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam oleh penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jabar yang dipimpin oleh Kasubdit V Kompol A Prasetya,” katanya.

Roland juga mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan pendalaman untuk memburu pemilik perusahaan pinjol ilegal tersebut. Menurutnya, pemilik perusahaan berperan penting dalam mengungkap kasus ini.

Baca juga: Meresahkan Warga! Polda Metro Jaya Gerebek Pinjol Ilegal di Cipondoh, 32 Orang Diamankan

“Belum masih kita dalami dulu. Mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa kita amankan,” ujarnya.

Roland juga mengungkapkan bahwa dalam menjalankan tugasnya, tim penagihan mendapatkan arahan untuk menagih utang dari para nasabah yang sudah tercatat, baik melalui telepon maupun pesan singkat (WhatsApp).

“Dari situlah mereka melakukan pengancaman-pengancaman terhadap nasabah,” kata Rolland.

Terkait upah yang diterima para kolektor tersebut, Roland menyebutkan, ada dua versi. Versi pertama, mereka mendapatkan upah Rp3.100.000 per bulan dan versi kedua Rp2.100.000 per bulan dengan target penagihan harian antara 15-20 nasabah per hari.

“Setiap aplikasi (pinjol) meminjamkan uang berbeda-beda. Ini masih banyak orang-orangnya, macam-macam. Ada yang Rp1,5 juga, ada yang Rp2 juta di setiap aplikasinya. Masih kita dalami lagi, kemungkinan kita cek setelah setelah kita dapat si pimpinannya,” jelasnya.

Dalam kasus ini, pihaknya menerapkanPasal 29 Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)Jo Pasal 45 b Pasal 34, Pasal 34 KUHP dengan ancaman mulai dari 9 tahun penjara.

“Kita akan terus kembangkan soal pinjol ini,” tandas Roland.

Seperti diketahui, Unit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar menggerebek kantor perusahaan jasapinjolilegaldan mengamankan puluhan orang kolektornya.

Penggerebekan tersebut berawal dari adanya laporan korban pinjol ilegal dengan nomor laporan LPB/828/X/2021/SPKT/POLDA JABAR, tanggal 14 Oktober 2021 a.n. Pelapor berinisial TM.

Pelapor yang juga korban pinjol ilegal tersebut tak kuat menahan tekanan para kolektor pinjol ilegal. Bahkan, akibat teror yang kerap dilakukan kolektor-kolektor sadis itu, korban kini terbaring di rumah sakit akibat depresi.

Setelah melakukan pendalaman, akhirnya diketahui bahwa kantor pinjol ilegal yang mempekerjakan puluhan kolektor tersebut berlokasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tim pun berangkat langsung dan meminta pengamanan ke Polda DIY. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.