Sabtu, 2 Juli 22

Setelah Selandia Baru, Muslim London Diserang Teroris Lagi

Setelah Selandia Baru, Muslim London Diserang Teroris Lagi
* serangan ke masjid di London. (ParsToday)

Beberapa jam setelah 49 orang muslim meninggal dunia akibat ditembaki oleh teroris bule kulit putih ekstrim kanan radikal dalam serangan membabi buta ke dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, kini seorang pemuda Muslim diserang teroris di dekat sebuah masjid di kota London, Inggris.

Surat kabar The Independent, Inggris (16/3/2019) melaporkan, tiga orang pria meneriakkan kata-kata berbau Islamofobia di dekat sebuah masjid di Cannon Street Road, kota London dan menyerang seorang pria Muslim dengan senjata tajam.

Para penyerang meneriaki jemaah shalat di masjid tersebut dengan kata-kata teroris, lalu menyerang salah seorang dari mereka. Kepolisian kota London mengatakan, korban yang berusia 27 tahun itu mengalami luka di kepala.

Pasca insiden penyerangan ini, aparat keamanan Inggris mengumumkan jaminan untuk Muslim yang melaksanakan shalat di masjid-masjid. Namun polisi Inggris membantah keterkaitan serangan tersebut dengan teror di dua masjid Christchurch, Selandia Baru yang menewaskan 49 orang beberapa jam sebelumnya.

Hizbullah Lebanon mengecam serangan teror di dua masjid Selandia Baru, Jumat (15/3/2019), dan memperingatkan upaya Amerika Serikat memperkuat kecenderungan ekstrem anti-Muslim dan imigran, serta kebijakan ujaran kebencian di dunia.

Stasiun televisi Al Manar, Lebanon, Jumat (15/3) melaporkan, Hizbullah medesak pemerintah Selandia Baru untuk mengejar para perancang dan pelaku serangan teror di dua Masjid di Christchurch dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Kantor Biro Politik Ansarullah Yaman juga merilis pernyataan mengecam kejahatan kemanusiaan terhadap umat Islam di Selandia Baru. Ansarullah menegaskan, serangan teror ini adalah buah dari provokasi dan ujaran kebencian terencana anti-Islam dan Muslim.

Islamphobia dipertontonkan di Selandia Baru yang dilakukan oleh bule kulit putih warga Australia ektrim radikal anti Islam dengan menembaki jamaah muslim di masjid pada Jumat (15/3/2019). Penembakan pertama terjadi di Masjid Al Noor di pusat Kota Christchurch, sedangkan penembakan kedua di Masjid Linwood di pinggiran kota. Pelaku penembakan di masjid Al Noor yang menewaskan 50 orang muslim adalah Brenton Tarrant (28), kulit putih non muslim radikal bersama dua pria dan satu perempuan. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.