Minggu, 24 Maret 19

Sering Jatuh, Pesawat Boeing 737 Max Dilarang Terbang

Sering Jatuh, Pesawat Boeing 737 Max Dilarang Terbang
* Pesawat Boeing 737 Max banyak dipakai oleh berbagai maskapai penerbangan di dunia. (BBC)

Akibat sering jatuh pesawat jenis Boeing 737 Max dilarang terbang untuk sementara. Bahkan, Otorita penerbangan Australia melarang pengoperasian pesawat Boeing 737 Max, mengikuti langkah Singapura, menyusul jatuhnya pesawat jenis ini yang dioperasikan Ethiopia Airlines. Kecelakaan Ethiopia Airlines melibatkan Boeing 737 Max 8 sama dengan kecelakaan pesawat Lion Air di Karawang pada Oktober lalu.

Hanya ada dua maskapai yang menggunakan pesawat jenis untuk melayani rute ke Australia, yaitu SilkAir and Fiji Airways. Seperti dilansir bbc.com, Selasa (12/3/2019), Shane Carmody, pejabat di Otorita Keselamatan Penerbangan Sipil Australia, mengatakan larangan terbang diberlakukan sementra pihaknya “mendapatkan lebih informasi tentang kajian risiko keselamatan”.

Sebelumnya, Otorita Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) juga untuk sementara melarang semua varian pesawat Boeing 737 Max memasuki atau keluar dari wilayah negara tersebut.

CAAS menyebutkan pelarangan itu berlaku pada Selasa (12/3) pukul 14.00 waktu setempat dan berdampak pada berbagai maskapai, termasuk SilkAir yang mengoperasikan enam Boeing 737 Max 8, China Southern Airlines, Garuda Indonesia, Shandong Airlines, dan Thai Lion Air.

Reruntuhan pesawat Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines di lokasi jatuhnya pesawat di dekat Bishoftu, Etiopia. (BBC)

Di Korea Selatan, pihak berwenang telah meminta maskapai Eastar Jet, satu-satunya maskapai yang mengoperasikan Max 8, untuk menghentikan pemakaian pesawat ini untuk semetara, kata kantor berita AFP.

Di Afrika Selatan, maskapai swasta Comair mengatakan sudah tak lagi mengoperasikan Boeing 737 Max 8. Comair mengatakan mereka “tengah berdiskusi dengan tim pakar Boeing”. “Keselamatan dan kepercayaan pelanggan adalah prioritas kami,” kata Comair.

Lembaga itu mengaku tengah bekerja sama dengan para maskapai yang menggunakan Boeing 737 Max dan Bandara Changi untuk meminimalkan dampaknya terhadap para penumpang.

Wartawan BBC yang tengah berada di Bandara Changi, melaporkan dampak pelarangan itu tidak menimbulkan gangguan berarti. Menurutnya, sejumlah penerbangan telah dibatalkan. Belum diketahui apakah hal itu disebabkan pelarangan yang dirilis CAAS.

Kecelakaan Ethiopia Airlines Boeing 737 Max 8. (BBC)

Konsultan penerbangan, Ian Thomas dari CAPA Consulting, menilai “Pelarangan ini pasti akan berujung pada pembatalan penerbangam dalam jumlah signifikan serta gangguan jadwal mengingat maskapai-maskapai yang terpapar harus beralih ke tipe pesawat lain (dengan asumsi pesawat itu tersedia.”

Singapura diyakini merupakan negara pertama yang melarang penerbangan semua varian Boeing 737 Max.

Sebelumnya, Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengatakan kepada berbagai maskapai bahwa mereka yakin model Boeing 737 Max 8 laik terbang, walau terjadi dua kecelakaan mematikan dalam enam bulan.

Pesawat Ethiopian Airlines ET-302 yang sedang dalam perjalanan ke Nairobi jatuh enam menit setelah lepas landas dari Addis Ababa pada Minggu (10/03), menewaskan 157 orang.

Insiden itu menyusul jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 pada Oktober 2018 lalu yang menewaskan 189 orang.

Sejumlah kalangan dalam komunitas penerbangan telah meminta pesawat tersebut dilarang terbang untuk sementara, selama dilakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Akan tetapi pada Senin malam, Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) “melanjutkan notifikasi laik terbang” yang menyebutkan pesawat model itu aman untuk diterbangkan.

Pemerintah Indonesia, Cina, dan Etiopia pada Senin (11/03) memerintahkan para maskapainya untuk menangguhkan penerbangan pesawat model tersebut. Maskapai lain tetap menerbangkan 737 Max 8 setelah Boeing menyatakan bahwa pesawat tersebut aman.

Saham di Boeing anjlok sebesar 12,9% pada Senin, menyusul kecelakaan Ethiopia Airlines.

Indonesia Larang Terbang
Pemerintah Indonesia memutuskan melarang terbang sementara pesawat Boeing 737-8 MAX di Indonesia setelah peristiwa jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET-302, pada Minggu (10/03).

Kebijakan ini, menurut Kementerian Perhubungan, mulai berlaku pada Selasa (12/03) untuk memastikan bahwa pesawat yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi laik terbang.

“Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Ditjen Hubud adalah melakukan inspeksi dengan cara larangan terbang sementara (temporary grounded), untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang (airworthy) dan langkah tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti. di Jakarta, Senin (11/03).

Berdasarkan catatan Kementerian Perhubungan, maskapai yang memiliki jenis Boeing 737 Max-8 adalah Garuda Indonesia sebanyak satu unit, dan Lion Air sebanyak 10 unit.

Yang Operasikan Boeing 737 Max 8
Berikut daftar maskapai penerbangan yang mengoperasikan 737 Max 8 dan langkah yang diambil oleh maskapai tersebut.

Maskapai yang melarang sementara 737 Max 8:
Maskapai di Cina, mencakup: Shenzhen Airlines (pengiriman pertama 737 Max 8 pada Juli 2018)
China Eastern Airlines (pengiriman pertama 737 Max 8 pada Desember 2017)
Air China (pengiriman pertama 737 Max 8 pada November 2017)
Okay Airways (pengiriman pertama 737 Max 8 pada Juni 2018)
Kunming Airlines

Yang juga mengoperasikan 737 Max 8:
Ethiopian Airlines
Cayman Airways
Indonesia: Garuda Indonesia (satu unit) and Lion Air (10 unit) akan diinspeksi. (BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.