Senin, 28 September 20

Sempat Mati Suri, GBN 2019 Angkat Batik Sumatera

Sempat Mati Suri, GBN 2019 Angkat Batik Sumatera
* Acara jumpa pers Gelar Batik Nusantara (GBN) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019). (foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Batik merupakan kerajinan asli masyarakat  Pulau Jawa. Namun, dalam pengembangannya batik telah merambah ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Pulau Sumatera.

Untuk mengenalkan batik Sumatera kepada masyarakat, Yayasan Batik Indonesia (YBI) mengadakan Gelar Batik Nusantara (GBN) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, pada 8-12 Mei 2019.

 

Baca juga:

GBN 2019 Angkat Batik Sumatera

Dirut LPDB Minta Pengrajin Batik Pamekasan Bentuk Koperasi

OASE Kunjungi Pusat Pelatihan Pengrajin Batik Kampung Podhek Pamekasan

 

Ketua panitia pelaksana GBN 2019 Wida D. Herdiawan mengatakan, pameran batik ini bertemakan ‘Lestari Tak Berbatas’, yakni mengangkat batik dari Sumatera.

“Kali ini mengangkat batik Sumatera,” ujar Wida dalam jumpa pers GBN 2029 di JCC, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Dia menjelaskan mengapa acara GBN 2019 ini mengangkat batik Sumatera? Pembuatan batik di Sumatera sudah hampir punah. Oleh sebab itu acara GBN 2019 ini terlaksana.

“Sempat mati suri, sekarang bangkit lagi,” kata Wida.

Meski acar GBN 2019 ini mengangkat batik Sumatera, lanjut dia, hasil karya batik-batik dari daerah lainnya pun mengikuti, seperti batik dari pulau Jawa, Bali, Lombok dan lain-lain.

Batik Sumatera memiliki corak dan motif dengan ciri khas yang mewakili budaya daerah masing-masing. Dan melalui pameran GBN 2019, ragam batik dari Sumatera akan menjadi bigbligbt utama, sehingga dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas dalam kaitannya memperkaya khasanah motif batik Nusantara yang memiliki sejarah panjang perjalanan mulai awal diciptakan hingga proses penyebarannya di seluruh pelosok negeri.

Selain itu, sudah menjadi program di setiap pelaksanaannya, penganugerahan penghargaan YBI di tahun ini terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu Pengrajin Batik Berkarya Sepanjang Masa, Pemberi Inspirasi dan Motivasi untuk Pelestarian dan Pengembangan Budaya Membatik,  Pembatik Inovatif dan Kriya Pusaka. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.