Selama Wabah Covid-19, Kebijakan Ini yang Sebaiknya Diterapkan Perusahaan

Jakarta, Obsessionnews.com - Penyebaran virus Corona (Covid-19) memang sudah tahap yang mengawatirkan. Untuk itu pemerintah menyarankan masyarakat untuk melakukan pekerjaan dari rumah atau istilah yang lagi ngetren saat ini ialah work from home (WFH). Hal itu untuk mencegah atau meminimalisir penularan virus yang berbahaya ini. Saat kasus Covid-19 dikonfirmasi masuk ke Indonesia, beberapa perusahaan mulai membatasi para karyawannya untuk bepergian baik di dalam maupun ke luar negeri. Perusahaan-perusahaan terus melakukan pemantauan sejauh mana virus merebak. Beberapa perusahaan bahkan mulai mengkaji kebijakan-kebijakan baru demi kesehatan para karyawannya. Berikut ini beberapa kebijakan yang sebaiknya diterapkan perusahaan selama wabah Covid-19. Melarang Karyawan Sakit Masuk ke Kantor Beberapa perusahaan telah merekomendasikan untuk mengizinkan para pekerjanya tidak berangkat ke kantor dan tinggal di rumah apabila sakit hingga benar-benar pulih. Bahkan apabila karyawan diketahui baru memiliki gejala berupa batuk dan sesak napas, perusahaan akan merekomendasikan karyawan tersebut untuk stop ngantor dan melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. Sehingga, perusahaan harus menyediakan fitur Human Resources Information System (HRIS) yang dapat membantu kebutuhan karyawan. Kebebasan yang ditawarkan oleh mobile employee self-service seperti Talenta mampu memenuhi kebutuhan karyawan di saat seperti ini. Memberikan Cuti Baik Berbayar Maupun Tidak Berbayar Dengan situasi yang tidak memungkinkan, beberapa perusahaan telah mengambil langkah untuk memberikan cuti kepada karyawan yang mengajukan. Namun pastikan sebelum Anda mengambil cuti, pahami dulu aturan mainnya. Biasanya jenis cuti yang diajukan karyawan adalah cuti berbayar. Jenis cuti ini merupakan izin di mana perusahaan memiliki tanggung jawab untuk tetap membayar gaji atau upah kepada karyawan yang mengambil cuti. Yang termasuk dalam cuti berbayar ini yaitu cuti sakit, cuti penting, cuti melahirkan, dan cuti ketika karyawan harus melakukan kewajiban mereka terhadap negara, ibadah atau cuti karena tugas dari perusahaan itu sendiri. Untuk cuti sakit, perusahaan akan membayarkan gaji atau upah karyawan selama empat bulan pertama secara penuh dan 75% untuk empat bulan selanjutnya. Tapi, jika karyawan masih belum sembuh juga, maka perusahaan hanya akan membayarkan 50% gaji atau upah karyawan tersebut setelah delapan bulan dan 25% untuk bulan-bulan selanjutnya sampai pemutusan hubungan kerja (PHK) kalau melebihi batas waktu yang diberikan. Izinkan Karyawan untuk WFH Opsi lain yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya adalah WFH atau bekerja di rumah. WFH menjadi salah satu solusi mencegah percepatan penularan penyakit Covid-19. Cara kerja dengan model ini sebenarnya tidak sulit dilakukan. Bahkan dinilai sangat membantu untuk memberikan keseimbangan kehidupan kerja kepada karyawan, sambil menjaga perusahaan tetap produktif. Melakukan WFH sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan oleh perusahaan jika paham prinsip-prinsipnya. Prinsip yang paling utama adalah perusahaan harus memastikan kehadiran karyawan tetap terkontrol meski menerapkan WFH. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan software payrolldan HRIS yang memiliki fitur absensi dari mobile seperti Talenta. Fitur absensi mobile atau Live Attendance dapat membantu perusahaan untuk memantau langsung kehadiran karyawan yang bekerja dari rumah. Prinsipnya adalah melalui check–in dan check–out yang dapat dilakukan langsung dari ponsel karyawan. Live Attendance dalam Talenta juga dilengkapi dengan fitur selfie check–in. Anda sebagai HR dapat melihat lokasi absen mereka melalui dashboard yang terupdate secara real-time setiap kali karyawan melakukan clock–in atau clock–out. Dengan begitu, Anda tetap bisa mengawasi apakah karyawan bekerja atau tidak. Sebagai penyedia HRIS, dalam rangka mendukung imbauan pemerintah untuk melakukan WFH, Talenta juga menyediakan penawaran spesial melalui program #WFHbukanliburan. Program ini merupakan serangkaian kampanye sebagai bentuk dukungan kami untuk menciptakan iklim bisnis yang tetap produktif meskipun sedang berada di tengah krisis dengan memaksimalkan penggunaan teknologi HRIS. Suwandi Soh, selaku CEO Mekari, pengembang dari Talenta menyatakan, di masa seperti ini, baik elemen pemerintahan, BUMN, pemilik usaha, dituntut untuk secara tanggap bergerak dengan strategis untuk mendukung imbauan pemerintah menerapkan WFH demi kesehatan dan keselamatan kerja. “Adaptasi atas perubahan sistem kerja ini menjadi tantangan karena harus memastikan karyawan aman namun produktivitas tetap jalan,” ujarnya. (Poy)





























