Senin, 18 November 19

SBMI Sebut Sindikat TPPO di Jakarta Sangat Kuat

SBMI Sebut Sindikat TPPO di Jakarta Sangat Kuat
* Ketua DPC Serikat Buruh Migran lndonesia (SBMI) Mempawah, Pontianak, Kalbar, Mahadir. (Foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Serikat Buruh Migran lndonesia (SBMI) dan Polresta Bandara telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki berinisial Mario (M) di terminal satu Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

M diduga merupakan bagian dari sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus perkawinan kontrak.

Untuk itu, polisi melakukan penahanan sementara kepada M dan juga kedua korban perempuan berinisial Dd dan Yy untuk dimintai keterangannya di unit 1 Polresta Bandara.

“Setelah kami mendapatkan informasi dari korban, maka dapat dikatakan makin terbuka bahwa jaringan yang selama ini bergerak mancari mangsa di Kalimantan Barat (Kalbar) memiliki jaringan kuat di Jakarta,” ujar Ketua DPC SBMI Mempawah, Pontianak, Kalbar, Mahadir di Komnas Perempuan, Jl Latuharhari, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Dia menceritakan, kasus ini bermula  adanya informasi dari seseorang melalui SBMl Pontianak, bahwa ada dua korban TPPO dengan modus perkawinan kontrak yang akan berangkat ke Cina sedang dalam perjalanan ke Jakarta, Yang membawa kedua korban adalah seorang laki-laki yang bernama M.

M merupakan warga Pontianak yang ditugaskan untuk mengurus visa dua perempuan yang dibawanya dari Pontianak dengan menggunakan Lion Air JT 715.

Pada saat dimintai keterangan, awalnya M yang membawa dua perempuan muda itu mengaku tidak kenal, hanya kebetulan satu pesawat. M juga mengaku ingin menemui pacarnya di Jakarta.

Begitu juga pada saat polisi menanyakan apa tujuan kedua perempuan berinisial Dd dan Yg itu datang ke Jakarta, keduanya menjawab juga akan bertemu dengan pacarnya orang Cina.

Polisi bertanya lagi, apakah ada paspor? Keduanya mengatakan tidak ada. Akhirnya polisi meminta agar M mengeluarkan isi tasnya. Polisi menemukan 4 buah paspor atas nama keduanya.

Alhasil kepolisian melalui Polresta Bandara langsung menetapkan pelaku telah melakukan tindakan pidana perdagangan orang dan dikenai Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.