Minggu, 27 November 22

Sampah Plastik Picu Aksi Kolektif untuk Laut

Sampah Plastik Picu Aksi Kolektif untuk Laut
* Dr.Nuning Vita Hidayati,PhD. dan mahasiswa. (Ist)

Hari Laut Sedunia merupakan perayaan tahunan yang dilakukan untuk menghormati lautan atas jasa ekonomi, estetika, dan lingkungan yang mereka berikan.

Laut telah memasok kita dengan sumber daya penting seperti energi, transportasi, pekerjaan, rekreasi, serta memainkan peran kunci dalam menjaga ketahanan pangan bagi manusia, ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein M.Hum. usai bincang-bincang dengan Dosen pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unsoed Dr.Nuning Vita Hidayati, SPi,MSi,PhD.

 

Kegiatan pemantauan sampah laut di Segara Anakan, Cilacap. (Ist)

 

Dr.Nuning Vita Hidayati,Ph.D. yang lulus Cum Laude S3 dari Program Doktor Manajemen Sumberdaya Perairan, UNDIP dan juga Summa Cum Laude S3 Program Doktor Kimia Lingkungan, Aix Marseille University, Perancis, mengatakan bahwa cara kita membangun ekonomi kita yang tidak “sustainable” serta pola konsumsi kita yang asal-asalan telah memberikan tekanan yang makin meningkat pada lingkungan laut.

Kegiatan penangkapan ikan yang berlebihan, cocktail polutan, perusakan pantai, dan peningkatan gas rumah kaca emisi yang telah mendorong pemanasan dan pengasaman laut telah mengakibatkan ekosistem laut mengalami kerusakan parah dan fungsi dasar ekosistem terancam.

Maka, Hari Laut Sedunia diperingati dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak tindakan manusia di laut dan ekosistem di dalamnya.

Dr.Nuning Vita Hidayati,PhD. yang juga Ketua Program Studi Magister Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unsoed menjelaskan bahwa Hari Laut Sedunia pertama kali diusulkan pada tahun 1992 di Rio de Janeiro pada Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Lingkungan dan Pembangunan (Earth Summit), namun baru pada tahun 1998 UNESCO menyatakan dukungan resminya.

Hari tersebut dirayakan untuk pertama kalinya pada tahun 2002 oleh dua organisasi konservasi dunia: World Ocean Network dan The Ocean Project, bersama jejaring dan kelompok lingkungannya di seluruh dunia.

Kedua organisasi tersebut terus membangun dukungan untuk peringatan hari laut, dan pada akhirnya di tahun 2008 Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan Hari Laut Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 8 Juni.

Hari Laut Sedunia tahun ini, 8 Juni 2022, mengangkat tema Revitalization: Collective Action for the Ocean (Revitalisasi: Aksi Kolektif untuk Laut). Revitalisasi adalah tujuannya, aksi kolektif adalah bagaimana kita mewujudkannya.

Diperlukan langkah nyata, mendasar, dan simultan untuk mewujudkan tujuan revitalisasi ini, kata Dr.Nuning Vita Hidayati,PhD.

A. Aksi Nyata PSBM
Pusat Studi Biosains Maritim (PSBM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebagai lembaga yang selalu concern dengan permasalahan laut turut menjadi bagian dari upaya revitalisasi ini, bekerja untuk menginspirasi. Salah satu permasalahan laut yang saat ini mendesak untuk ditangani adalah sampah plastik.

Lebih dari 8 juta ton plastik dibuang ke lautan kita setiap tahun dan ia tetap tinggal di dalamnya. Terkait dengan hal tersebut, Periset di Pusat Studi Biosains Maritim (PSBM) Unsoed Dr.Nuning Vita Hidayati,PhD. menerangkan 5 aksi nyata telah dilakukan PSBM di antaranya:

1. Kampanye untuk mengurangi penggunaan plastik,
2. Secara rutin melakukan monitoring sampah plastik di kawasan perairan Cilacap,
3. Terlibat dalam kegiatan bersih pantai,
4. Mengedukasi siswa sekolah untuk ikut serta dalam penanganan sampah plastik,
5. Menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan warga masyarakat untuk melakukan pilah sampah sejak dari rumah dan pemanfaatan sampah plastik sebagai bagian dari circular economy.

B. Ciptakan Keseimbangan Baru

Menurut ahli Pencemaran Perairan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unsoed Dr.Nuning Vita Hidayati,PhD. bahwa secara personal, kita dapat ambil bagian juga dalam memperingati hari laut untuk menciptakan keseimbangan baru dengan lautan untuk memulihkan semangatnya dan memberinya kehidupan baru. Tujuh (7) hal ini bisa kita lakukan:

1. Stop penggunaan plastik, terutama single-use plastics seperti sedotan, sendok garpu plastik, cangkir kopi plastik, botol air mineral, dan kantong plastik,

2. Mengajak keluarga, teman, saudara, dan tetangga untuk melakukan hal yang sama,

3. Mendidik diri sendiri dengan cara menonton film tentang pentingnya laut dan dampak tindakan brutal manusia terhadap laut dan manusia itu sendiri. A Plastic Ocean dan Minamat merupakan contoh film yang dapat dipilih,

4. Ikut terlibat dalam aksi lingkungan, baik berupa petisi, diskusi, maupun aksi nyata berupa bersih pantai dan sebagainya,

5. Memilih tabir surya dan personal care product lainnya yang ramah terhadap terumbu karang,

6. Jelajahi dan eksplore pantai/laut,

7. Tidak meninggalkan apapun di pantai/laut, terutama sampah.

Dr.Nuning menambahkan, langkah kecil tersebut jika kita lakukan, kita gaungkan, dan secara masif dapat kita lakukan maka akan menjadi langkah besar memulihkan kesehatan laut. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.