Senin, 8 Agustus 22

Sambut Puncak Haji, Jemaah Diimbau Jaga Kesehatan

Sambut Puncak Haji, Jemaah Diimbau Jaga Kesehatan
* Tim Kesehatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dr Edi Supriyatna. (Foto: Humas Kemenag)

Obsessionnews.com – Jemaah haji akan segera memasuki fase puncak haji. Wukuf di Arafah akan berlangsung pada Jumat (8/7/2022). Jemaah mulai diberangkatkan dari hotel di Makkah menuju Arafah pada Kamis (7/7).

 

Baca juga:

Jelang Puncak Haji di Arafah, DPR Imbau Jemaah Haji Indonesia Fokus Jaga Stamina

Layanan Haji Tahun Ini Sudah Plus-plus

 

 

Sementara itu kondisi cuaca di Arab Saudi saat ini sangat panas. Selain panas, kelembaban udara juga sangat rendah. Tim Kesehatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dr Edi Supriyatna mengingatkan, bahwa suhu yang tinggi dengan kelembaban rendah merupakan kondisi ekstrem yang sering menjadikan orang tidak sadar dirinya mengalami kekurangan cairan.

“Di Saudi ekstremnya karena suhu tinggi dan kelembaban rendah sehingga tidak sadar kita sudah kekurangan cairan. Maka _support_ kami kepada semua jemaah, minum air jangan tunggu haus,” pesan dr Edi saat di KKHI Makkah, Minggu (3/7/2022), dikutip dari siaran pers Humas Kementerian Agama RI.

Bagaimana agar jemaah bisa rutin minum dan tidak sering buang air kecil? Edi berbagi tips. Menurutnya, proses minumnya diukur, minimal 200 ml per jam atau satu gelas belimbing per jam saat aktivitas.

“Agar tidak dehidrasi dan tidak sering kencing, minum diatur 200 ml/jam dan dicampur dengan setengah sachet oralit. Diminum setiap satu jam sekali, saat beraktivitas. Minumnya pelan-pelan dan dinikmati,” tutur Edi.

Untuk menjaga kelembaban dan menghindari hidung mimisan karena terlalu panas dan kering, jemaah juga diimbau tetap menggunakan masker.

“Yang pasti, jangan terlalu capai dan cukup istirahat. Simpan energi, khususnya saat-saat ini yang sudah memasuki fase persiapan menuju pucak haji Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna),” ujarnya.

Kepada para pembimbing ibadah, Edi mengimbau emaah cukup istirahat atau menahan diri untuk tidak beraktivitas di luar hotel selama tiga hari sebelum Armuzna. Sebab jemaah perlu mempersiapkan kondisi fisiknya agar berada dalam kondisi prima saat di Armuzna.

“Kita semua harus ingat bahwa puncak dari ibadah haji adalah Armuzna, dan itu butuh fisik yang prima,” kata .Edi. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.