Minggu, 5 Februari 23

Sambo Sebut Brigadir J Anak Kurang Ajar dan Pantas Mati

Sambo Sebut Brigadir J Anak Kurang Ajar dan Pantas Mati
* Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo. (Foto: Edwin B/obsessionnews.com)

Obsessionnews.com – Terdakwa Richard Eliezer Pudilang Lumiu atau Bharada E mengungkapkan detik-detik dirinya dipanggil mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo ke lantai tiga rumah Saguling, Duren Tiga, Jakarta.

Hal itu diungkapkannya dalam persidangan lanjutan dugaan pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (5/1/2023).

Dalam persidangan, Bharada E mengungkapkan, Ferdy Sambo menyebut Brigadir J anak kurang ajar dan pantas mati.

Baca juga: Richard Lee Protes Dirinya Ditangkap Bak Teroris, Tapi Ferdy Sambo Diistimewakan

Dalam percakapan awal di lantai tiga itu, Bharada E yang duduk di sofa samping Sambo ditanya perihal peristiwa yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

“Pada saat itu bapak nanya ke saya, Yang Mulia. “Kamu tahu enggak ada kejadian apa di Magelang?” kata Bharada E menirukan pernyataan Sambo.

Lantas, Bharada E menjawab tidak mengetahui peristiwa apa yang telah dilewatinya di Magelang. Usai mendengar jawaban itu, Sambo sempat terdiam dan menangis, tepat di dekat posisi Bharada E yang masih duduk di sofa dekat Sambo.

Tak berselang lama, Sambo langsung mengungkapkan mengenai peristiwa yang terjadi di Magelang. Kepada Bharada E, Sambo menyebut bahwa Brigadir J telah melecehkan istrinya, Putri Candrawathi di Magelang.

Usai mengungkapkan peristiwa itu, Sambo disebut kembali terdiam dan menangis. Akan tetapi, tidak lama kemudian Sambo menyampaikan kepada Bharada E bahwa Brigadir J anak kurang ajar karena telah melecehkan Putri.

“Terus dia (Sambo) bilang, memang kurang ajar anak itu, sudah enggak menghargai saya dia. Dia sudah menghina harkat dan martabat saya,” kata Bharada E kembali menirukan pernyataan Sambo.

Baca juga: Hakim Keluhkan Keterangan ART Ferdy Sambo Berubah-ubah Lagi

Bharada E juga mengatakan, Sambo seketika itu merasa pangkat yang disandangnya tak ada gunanya jika Putri mendapatkan pelecehan dari Brigadir J. Pada saat inilah, Sambo langsung menyebut bahwa Brigadir J pantas mati karena telah melecehkan istrinya.

“Terus dia bilang ke saya, memang harus dikasih mati anak itu,” ucap Bharada E.

Usai mendengar pernyataan tersebut, Bharada E mengaku hanya terdiam, bingung, dan merasa bersalah karena tidak mengetahui ada peristiwa pelecehan yang dialami Putri, padahal dirinya turut serta berangkat ke Magelang.

Ketika masih dilanda kebingungan inilah, Bharada E menuturkan, Sambo langsung menatap dirinya sembari mengeluarkan perintah untuk membunuh Brigadir J. Saat itu, Sambo berjanji akan melindungi dirinya apabila membunuh Brigadir J.

“Dia bilang ke saya, Yang Mulia. ‘Kalau nanti kamu yang bunuh, nanti aku jaga kamu, tapi kalau aku yang bunuh, tidak ada yang jaga kita lagi, Chard’,” ujar Bharada E.

Ketika mendengar perintah tersebut, Bharada E hanya biasa merespons Sambo dengan kata “siap bapak” karena merasa takut. “Pada saat itu saya tidak berani menjawab, saya cuma siap bapak,” katanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.